Maret..
selalu menjadi bulan yang spesial bagiku,,bukan karena bulan maret aku kebagian promo di kantor atau masih musim penghujan atau apapun itu tetapi karena di bulan ini ada kamu..
ada cinta mu 3 tahun lalu lewat imel, ada foto-foto yang adalah tanda-tanda itu, ada ultah mu yg bersamaan dengan ultah papa...
Maret 3 tahun lalu sangat berbeda dengan Maret tahun ini..
sebab, maret tahun ini sudah ada yang bernama "Turkish Currency" Amalia dalam hidup mu, sementara aku...
sudah 7 bulan sejak hari itu....sejak kau umumkan kesemua orang siapa "Turkish Currency" Amalia itu..
namun, hati ini masih belum mampu mengebalkan dirinya dari setiap kenangan akan dirimu..
3 tahun seperti untuk selamanya bagiku..
sebegitu kuatkah badai yang memporak-porandakan nya?
atau begitu rapuhnya bendungan yang selama 26 tahun terbendung?
di setiap sudut jalan kota Makasar masih nampak kilasan layar cerita mu dan aku..
Losari dan Benteng Rotterdam menjadi saksi bisu yang pernah menyaksikan nya.
Nelangsa dan airmata masih menjadi kisahku siang dan malam, terlebih ketika sepi mencekam ku..membuatku semakin terpuruk.
dengan yang bernama "Turkish Currency" Amalia kini kamu bersama,,hanya berselang 2 bulan dari hari itu,,hari yang kupikir aku masih tetap menjadi yang ada bersama mu ketika mama tiada..
namun, betapa naif nya aku sebab katamu hati mu terluka dan terdesak tuk mencari "obat penyembuh" dengan begitu banyak pilihan ibu kota,, 3 tahun kebersamaan kita, bagi mu tak berarti apapun.....
aku dulu seperti kertas putih yang bersih dan halus dan memang sengaja untuk ku menjaga nya sebab ia hanya akan kuberikan kepada yang bernama "cinta pertama dan terakhirku" di depan altar...selama 26 tahun kertas itu ku jaga,,namun akhirnya aku menyerah ketika kamu membawa dan menawarkan padaku warna-warni dari kuas cerita mu yang indah.
satu coretan,,ku masih bertahan..dua coretan,,pesona nya melemahkan ku hingga akhirnya kertas itu tak lagi putih...
2 tahun pertama kuas mu lukiskan warna cinta di kertas ku dan aku benar-benar memuja nya..
namun lambat laun warna itu menjadi pudar oleh angin dan badai dan terhapus dan bukan hanya itu kertas itu pun sobek dan tertiup angin... aku sudah tak punya kertas lain lagi untuk memulai mengijinkan kuas lain yang begitu ingin nya melukis pada kertas ku...
takut tersakiti lagi....itu yang kurasakan sekarang,,
jadi wahai tuan "yang merasa disakiti dan diperlakukan tak adil" , sesungguhnya bukan hanya kamu yg merasakan semua itu.......!!!!