24 January 2013

Jakarta Darurat

Jakarta Kelelep Aer Ujan ....

Hampir dua pekan isi berita membicarakan tentang ibukota yang tergenang banjir...

Sepertinya biasa ajah deh dengar Jakarta "langganan" banjir tapi kalau banjir sampai semuanya di babat gak kenal perumahan woow atau gak woow sepertinya baru kali ini deh yang terparah , meski katanya banjir Jakarta tuh sudah ada sejak permulaan abad ke -19 (wheew..)

Permulaan tahun 2013 yang dibuka dengan maraknya pesta kembang api serasa semua gegap gempitanya tertelan bersamaan dengan air keruh kecoklatan yang tingginya  rata-rata 1.50 meter yang entah dari mana asal muasalnya menggenangi pemukiman warga Jakarta.

Bahkan  untuk Monas dan Bundaran HI yang menjadi icon kebanggaan ibukota pun gak luput dari "tradisi" yang katanya 6 tahunan ini pasti terjadi  (hahaha seperti pemilu aja ada periodenya) 

Kukatakan bahwa banjir yang terjadi di Jakarta ini seperti dua gambaran yang saling bertentangan antara bencana Alam yang Alami VS bencana Alam Buatan... bencana alam yang alami diluar jangkauan manusia yang tak seorang pun dapat memprediksinya , hanya keMaha Kuasaan Tuhan lah yang melakukannya..
namun bagaimana kalau bencana banjir Jakarta ini dipengaruhi lebih banyak oleh karena bencana alam buatan manusia sendiri sehingga menjadikan ini sebagai sesuatu yang "lumrah" terjadi setiap 6 tahun sekali???

Rendahnya kesadaran untuk menjaga lingkungan dengan tertib membuang sampah pada tempatnya (dan bukan di sungai/di kali yang memicu penyumbatan) menjadi salah satu cikal bakal masalah yang awalnya dipandang "sebelah mata" atau "disederhanakan".... maka benarlah jika ada sebuah hukum kausalitas yakni takkan ada asap jika tak ada api atau yang kusederhanakan dengan bercemin dari kisah "Jakarta Darurat" kali ini bahwa tak akan ada banjir jika tak ada sampah (yang dibuang sembarangan )  :-) 

Monas dan Bundaran HI Jakarta terlihat begitu kontrasnya dengan warna air banjir yang menggenanginya (insert : gambar)



06 January 2013

This is Colorful of January 2013


Awal tahun baru (2013) banyak kejutan yang terjadi dalam hidup ku (meski bukan hanya bercerita tentang diriku namun setiap mereka yang pernah, masih dan selalu, dan yang akan menjadi bagian dari hidupku)

ada yang berduka (aku dan astri bersamamu novi sayang), ada yang pernah berjanji mencintai ku akhirnya akan menikah dengan orang lain (hahaha pria berbeda tapi sama kekanak-kanakan nya, oke ini yg kedua kalinya),  dan tentang seseorang yg membuat ku terperanjat bahwa ternyata cinta sejati dan kesetiaan sampai mati itu tidak hanya ada dalam roman romeo dan juliet atau habibi dan ainun namun ada pula pada diri Mahendra.........

( this song spesial untuk mu Mahendra dan mereka yang tengah kehilangan bagian dari hidupnya )

You with the sad eyes
Don't be discouraged
Oh I realize
It's hard to take courage
In a world full of people
You can lose sight of it all
And the darkness, inside you
Can make you feel so small

But I see your true colors
Shining through
I see your true colors
And that's why I love you
So don't be afraid to let them show
Your true colors
True colors are beautiful,
Like a rainbow


Show me a smile then,
Don't be unhappy, can't remember
When I last saw you laughing
If this world makes you crazy
And you've taken all you can bear
You call me up
Because you know I'll be there


And I'll see your true colors
Shining through
I see your true colors
And that's why I love you
So don't be afraid to let them show
Your true colors
True colors are beautiful,
Like a rainbow

So sad eyes
Discouraged now
Realize

When this world makes you crazy
And you've taken all you can bear
You call me up
Because you know I'll be there

And I'll see your true colors
Shining through
I see your true colors
And that's why I love you
So don't be afraid to let them show
Your true colors
True colors, true colors

'cause there's a shining through
I see your true colors
And that's why I love you
So don't be afraid to let them show
Your true colors, true colors
True colors are beautiful,
Beautiful, like a rainbow

02 January 2013

New Hope in 2013 will Come True

Tidak ada kata yang terucap saat detik-detik pergantian tahun berlangsung....selain mengucap syukur karena kesetiaan yang tanpa batas itu diberikan untukku dan seisi rumah ku dari pada-Nya.

Ketika doa terucapkan memasuki tahun yang masih penuh dengan tanda tanya ini ada dua hal yang begitu membesar dalam hati ku yakni kerinduan untuk melihat dengan mata jasmani ku keselamatan yang dari padaNya turun atas seisi rumah ku/ keluarga besar ku (baptiso) dan kerinduan ku tuk membangun sebuah bahtera yang sejak dari dua tahun lalu (2011) selalu diperlihatkan-Nya dalam tidurku yang kupercayai bukan sekedar menjadi bunga tidur semata, tetapi itu PASTI AKAN JADI NYATA.

saatnya membuka hati ku tuk cinta yang baru dan yang akan terus diperbaharui setiap hari nya dalam ikatan yg kudus..
Alleluiaah Eloichim..