15 February 2015

ketika mama pergi berlibur

aku bukannya tak bisa memasak
hanya tak suka.

bagiku dapur adalah "wilayah terlarang" buatku
jika harus memilih aku lebih memilih mencuci pakaian atau membersihkan rumah ketimbang memasak.

dan kalau hari ini aku masuk ke wilayah terlarang itu karena sangat amat terpaksa. dikarenakan bokap yang pengen makan makanan rumahan memang sudah terbiasa menikmati masakan nyokap dan memang lebih memilih masakan rumahan ketimbang masakan luar.

oke..ini saat peperangan  pikirku.
secara aku paling malas buat ngupas bawang dan menguleknya belum harus menumis nya dan ditambahkan terasi dan yang lebih penting gak boleh ngelamun atau beralih sejenak saja selama di tempat itu kalau tak mau gosong masakannya.

namun lebih daripada itu semua kemalasan ku tuk menyentuh daerah terlarang itu karena sebenarnya aku tak yakin dengan jaminan rasanya. Meski harus di sukuri oleh ku setidaknya bokap gak minta aku tuk mengolah ikan atau cumi yang biasa nyokap buat sebagai lauknya aarrrghhhh membayangkannya saja aku sulit. mungkin karena bokap sendiri mengerti anaknya kesulitan masak ikan atau cumi (membayangkan aku menggoreng ikan dan cumi dengan memakai helm anti minyak panas di dapur sama sekali tak lucu )

jadi meski keinginan nya kuat dia hanya pesan satu item menu "tumis kangkung terasi" dan meski penampakannya terlihat meyakinkan namun sesuai dengan prediksi ku di awal rasanya tak seyakin dengan "penampilan luar" nya menurut penilaian bokap. Dan seperti yang sudah-sudah aku yang menciptakan aku pula yang jadi kelinci percobaannya. Bokap akhirnya terpaksa membeli masakan di luar #tepok jidat + dada


pikirku dalam hati kasian amat tuh pria yang akan jadi suami ku dan tersiksa banget wanita yang akan jadi ibu mertuaku kalau isteri dan anak mantu nya gak pandai memasak haduuuh sepertinya aku harus belajar untuk menumbuhkan keinginan untuk memasak dan tidak hanya keinginan untuk menikmati masakan lezat saja..

satu kata tuk menyimpulkan rasa ku di hari valentine's day ini : MAMA COME BACK SOON DWOOOONG !!!


10 February 2015

TWICE ..



“ Doesn’t need your help just forgot all about me, it will help me, just give me a favor no contact at all okay.
Jesus bless your day and goodbye ”


Butuh waktu kurang lebih 30 menit untuk memahami arti dari pesan singkat yang dikirimkannya kepadaku diatas. Bukan karena itu adalah bahasa asing tetapi karena aku sedikit tidak percaya kata "goodbye" yang selama ini baginya sangat tabu untuk dikatakan akhirnya di ucapkannya juga kepada ku.

berawal dari percakapan kami di L*NE (yang menurutku adalah percakapan tersingkat yang pernah kami lakukan).  Hanya karena aku yang harus memulainya dengan sebuah kalimat  "apa kakak mau supaya aku membantu kakak untuk melupakan ku?"
dan seketika itu juga ia mengucapkan kalimat itu..

dan aku memang akan membantu nya .. aku tak membalas beberapa pesan nya yang ia kirimkan lewat media sosial whatsa** , wecha*, ataupun di l*ne.
aku hanya membaca semua pesan yang isinya duplikat dari satu medsos ke medsos yang lain...

membacanya dengan nafas yang tertahan.. tenggorokan yang kering.. meski dalam hati hanya berujar  "akhirnya dia yang melakukannya"
karena aku tak bisa melakukannya.. meski beberapa kali ku mencoba namun tetap tak bisa..
mungkin dahulu ketika perasaan itu masih datar akulah yang pertama kali mengucapkan kalimat itu.

saat itu belum ada yang namanya doa bersama di telpon, atau dia yang menunggu ku hingga ku tertidur di telpon sambil terus mendoakan ku di telpon kalau aku lupa tuk berdoa, meski saat itu aku tak pernah tahu kalau ia dengan sangat keras berusaha tuk menjadikanku hanya seorang adik baginya.

hingga hari ini aku baru mengetahui kalau ia masih terus berharap meski tak ada peneguhan sekalipun dari Tuhan bahkan meski sulitnya kenyataan yang ada di depan mata karena perbedaan status dia, karena tidak ada restu dari orangtua dan keluarga besarku yang ia belum mengetahuinya namun ia dapat merasakannya ..sampai akhirnya aku mengucapkan kata-kata ingin "membantunya" itu..

ku pikir aku terbiasa dengan rasa yang sama ini... rasa yang hampir sama meski tak lebih besar rasa sakitnya dengan saat 4 tahun yang lalu itu.
namun tetap saja kuatnya kalimat itu mengharuskan ku tuk berusaha sangat keras untuk menguasai emosi ku di tempat kerja tadi siang meski 3x harus mengulang ketikan surat yang salah dan betapa harusnya aku menguasai hatiku dan pikiran ku setelah membaca semua "kiriman" nya supaya aku bisa mengendarai motor ku di jalan raya yang macet setelah hampir 2 minggu tidak menggunakannya dengan harapan aku tidak kehilangan keseimbangan.

"sudah waktunya aku melepas nya, ada baiknya kalimat tabu itu untuk di ucapkan, inilah yang terbaik, aku tak boleh egois"   beberapa kalimat itu terngiang di telingaku, pikiran ku setelah aku membaca pesan2 yang ia kirimkan kepadaku lewat SMS ataupun media2 sosial tempat kami biasa berkomunikasi bahkan terngiang hingga aku mengendarai motorku di jalan raya.

saat selesai bekerja di kantor hari ini adalah saat penantian panjang ku..2 jam aku harus berusaha keras memakai topeng di tempat kerja ku. aku tidak akan biarkan mereka yang ada di tempat kerjaku melihat ku rapuh hanya untuk menertawakanku, selalu ku gigit bibirku saat airmata ini hendak mengalir.

namun saat aku tiba di kamarku dan setelah mandi segarnya air yang mengguyur lelahnya tubuh jasmani ku ikut sedikit menyegarkan keletihan jiwaku yang hampir beberapa jam ku kuasai saat ku berada di tempat kerjaku.

aku mengambil gitar ku dan mengangkat pujian untuk YANG SELALU ADA buatku sejak dulu...tak butuh waktu lama... disaat itulah semuanya pecah...aku menjadi diriku yang sebenarnya....rapuh, kosong, sepi, sendiri, kehilangan, rasa yang hampir sama dengan yang kurasakan seperti 4 tahun yang lalu...


aku berujar dalam dialogku dengan Dia... "aku bisa melewatinya Ayah..karena Engkau yang mengijinkan ini terjadi...aku tahu Engkau bersama ku selalu.. ini menyakitkan tapi aku akan baik-baik saja"

Kasih itu tidak egois ...dan aku belajar hari ini
aku masih menginginkan dia tuk menelpon ku setiap waktu
menunggu ku hingga tertidur, berdoa bersama, menjadikan dia kakak dan abang ku selamanya namun aku tahu semuanya akan berujung dengan rasa sakit dan perpisahan lagi...
daripada diteruskan hanya untuk merasakan yang jauuh lebih menyakitkan..sebaiknya sudahi saja.

semua dari permintaan mu akan ku lakukan..aku tidak akan menghubungi mu lagi terkecuali occasion2 tertentu (ultah mu, hari raya, kalau misalnya kamu punya problem)  namun yang tidak bisa untuk tidak ku lakukan adalah ...mendoakanmu selalu.. aku tidak bisa berhenti tuk mendoakan mu kak...


Trimakasih sudah menghadirkan kembali tawa dan senyum yang pernah hilang dari ku selama 4 tahun karena masa lalu yg tak menyenangkan bagiku itu...kakak adalah orang kedua yang terbaik yang pernah Tuhan ijinkan terjadi dalam hidupku. Maafkan kalau selama 3 tahun kakak berkenalan dengan ku yang bisa kulakukan hanya menyakiti hatimu saja.. semoga Tuhan Yesus memberikan mu yang terbaik sesuai ukuran yang selama ini sudah engkau lakukan kepada orang lain.