10 April 2015

The Visions



seorang bijak menuliskannya padaku,
bahwa pada titik tertentu dalam hidup kita,
kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi kepada kita,dan hidup kita menjadi dikendalikan oleh nasib.


namun,ada yg memang tak dapat diubahkan sama sekali..
sebab ini berkaitan dengan jiwa-jiwa murni yg akan terlahir dari benih yg telah disatukan oleh cinta 
dan ku tak mau akhirnya akan tercerai dengan kebencian oleh karena perbedaan..
ku tak mau itu semua menjadi berubah pada akhirnya...

karena itulah sampai kapanpun kan kujaga wajah malaikat-malaikat tak berdosa itu,  kupastikan tak akan ada bulir air yg ’kan kulihat mengalir dari pipi halus mereka, takkan ada isak tangis diantara tawa dan tarian lugu mereka dan mereka ’kan menjadi yang berbahagia dengan cinta dan kesatuan.
 
aku telah melihat betapa perbedaan mendinginkan cinta yang semula membara
aku telah melihat nya selama berpuluh-puluh tahun, di dalam rumah ku sendiri
"cukup hanya aku yang mengalaminya..jangan pada anak-anakku" batin ku selalu
aku akan memulai kisah ku dengan cinta kepada sang pencipta saat memulai hari dan menutupi hari setiap hari 
di dalamnya ada kesatuan roh, jiwa, dan tubuh..
tercermin dalam rasa aman, damai, nyaman, saling menghormati, ketegasan, kasih, kedisiplinan, kesemuanya yang baik, yang sopan, yang alkitabiah, yang tak pernah kudapati pada masa kecil dan masa remaja ku. 
dan untuk itulah aku membayar dengan harga yang sangat mahal...
dengan menunggu Kehendak Tuhan yang terjadi untuk ku.
airmata, kesesakan karena tak bisa mengikuti keinginan daging ku, penolakan, perendahan, ingin berhenti berharap dan segera terbangun dari mimpi panjang dan memilih jalan pintas namun aku masih punya mimpi ... menjadi seperti ratu esther atau seperti ruth dalam kisah Alkitab , dan menjadi seorang ibu seperti Eunike dan nenek seperti Lois yang mengajarkan tentang cinta akan Tuhan kepada Timothy...

menabur dengan harga sangat mahal demi benih-benih ilahi yang akan membuat ku mendongakkan kepala ku dengan tegak dan bangga.
aku rela Tuhan menunggu waktu-MU.

01 April 2015

ini bukan lah April Mop ♡

Ada kata bijak yang katakan
" kalau tak ingin seorang pun melihat airmata kesedihan mu maka berjalanlah di dalam derai hujan"

Ingin sekali melakukan itu sekarang, terlebih saat ini sedang hujan deras..
hanya saja aku sudah tak se-egois dulu lagi..yang memikirkan diriku sendiri.
Dulu saat sedih aku sering berjalan sendirian dalam derai hujan ataukah duduk sendiri memandangi senja di pantai selama berjam-jam.

Namun itu adalah masa lalu ku kalau aku ingin lari dari kesedihan...bahkan sakit pun ku tak peduli asalkan aku tenang.

Saat ini banyak yang membutuhkan aku..sehingga kalau aku sakit tidak akan ada yang bisa menjalankan acara paskah untuk anak-anak jumat nanti.

meski rasanya airmata ini ingin mengalir ...aku coba untuk tetap "memakai topeng kewajaran" (hanya di depan Bapa saja lah airmataku akan mengalir dan menjadi diriku sendiri)

Tuk yang mengatakan dirinya adalah aib dan kutukan:
Gak pernah sedikit pun terlintas dalam benak ku atau keluar dari mulut ini bahwa dirinya adalah sebuah aib buat ku..

Gak pernah menyematkan predikat itu pada dirinya..
ia bukanlah aib yang harus ku jauhi
dan bukanlah sebuah kutukan untuk ku jijiki..
namun ketidak pengertiannya yang membuatku sangat sedih dengan kata-katanya.

tak ada balasan apapun dari ku..
hanya duduk terdiam dan membiarkan dirinya menganggap ku seperti apa yang ia anggapkan.
Doa ini tak pernah berhenti untuk mu, sampai engkau mendapatkan kebahagiaan mu.

Dan meskipun ini adalah tanggal 1 April, tapi ini bukanlah April Mop ku untuk mu..