13 February 2013

AGAPE

Bulan Februari ini hampir selalu diidentikkan orang dengan bulan penuh cinta.
Bulan yang kata orang tepat bagi pasangan yang tengah memadu kasih untuk merekatkan cinta mereka lebih dalam.
Cinta Kasih memang menjadi tema sentral sepanjang bulan ini, lewat ornamen cinta berbentuk hati, coklat, warna pink manis dan merah yang bertaburan menghiasi mall-mall dan pusat-pusat perbelanjaan.

Cinta Kasih mungkin menjadi kata yang sangat banyak disalahartikan di dunia ini.
Masalahnya kita sendiri menggunakan kata ini untuk menggambarkan banyak hal dan tanpa disadari kita menenggelamkan maknanya karena hal itu dari kalimat seperti ini "saya mencintai si Kuri, kucing peliharaan saya", "saya mengasihi sahabat-sahabat saya", "saya mencintai suasana saat hujan membasahi tanah kering dan mencium bau tanah yang dibasahi oleh air hujan", "saya mencintai pacar saya", dan itu yang menyebabkan ia kehilangan makna aslinya terlebih menjelang Valentine's Day ini.

Cinta Kasih lebih dari sekedar kata-kata dalam kartu ucapan dan coklat.
Juga lebih daripada sekedar perasaan yang biasanya di "legalkan" dengan pelukan, ciuman, atau (maaf) hal-hal yang menjurus ke arah syahwat.
Cinta Kasih itu pada hakekatnya adalah perbuatan didalam KEBENARAN dan bukan dengan perkataan atau lidah saja.

Tidak seperti bahasa Indonesia, dalam bahasa Yunani arti Cinta Kasih itu mempunyai empat kata dan pengertian yang berbeda-beda :
Storge :  Cinta Kasih seorang ibu/ayah kepada anak-anaknya
Eros   :    Cinta Kasih seksual / nafsu syahwat
Philia  :    Cinta Kasih antar seorang sahabat dengan sahabat-sahabatnya
Agape :    Cinta Kasih yang rela memberi dan berkorban yang didasarkan dalam KEKUDUSAN yang   TIDAK BERSYARAT dan bukan berdasarkan hawa nafsu.

Dari semua jenis Cinta Kasih yang ditawarkan, Alkitab menyebutkan bahwa AGAPE lah yang paling tepat digunakan dan digambarkan untuk menyatakan Kasih Tuhan bagi kita, dan jenis Cinta Kasih ini yang harus kita miliki kepada-Nya dan juga kepada sesama kita.

Beberapa negara yang me "legal" kan hari Valentine justru memanfaatkan moment ini sebagai ajang bisnis. Di negeri sakura misalnya penjualan baju dalam wanita (lingerie, dll) dan kondom sangat laku dipasaran dan ironisnya konsumennya justru remaja-remaja puteri dengan rentang umur belia.

Entah bagaimana orang-orang menilai tentang hari Valentine itu namun sangat kerdil dan sempit sekali arti Valentine itu jika pengertiannya hanya pada seputaran Eros atau Hawa Nafsu semata.
Valentine's Day itu seharusnya dimaknai sebagai momentum untuk menyebarkan Cinta Kasih Agape secara Global dan bukan bersifat indualist.
Mungkin saja ketika kebanyakan dari kita melakukannya (Cinta Kasih Agape) , maka kita akan dapat mengembalikan makna asli dari Cinta Kasih yang telah "hilang" tersebut.

HAPPY VALENTINE'S DAY..