19 November 2014

Rendezvous Berulang

Setelah dua tahun menunda pertemuan dari dunia maya ke dunia yang nyata.. akhirnya aku memberanikan
diriku bertemu dengan sahabat dua tahun dunia maya ku.

Pertemuan yang awalnya kupikir hanya sekejap dan sesaat dan setelah kuprediksi hanya akan berlangsung
tiga kali saja ternyata...sudah beberapa kali.

Setalah pertemuan pertama itu (dalam catatan harian ku yang berjudul "Kopdar (pertemuan pertama)"
ternyata beberapa kali aku bertemu kembali dengan nya meski hanya dalam sebuah rangkaian makan siang

atau sekedar ngopi bareng di sore hari selepas jam kerja. Dan tanpa kusadari dari beberapa kali pertemuan
 itu (yang bagiku dari semua yang pernah mendekati ku inilah yang paling intens pertemuannya) 

tiba-tiba aku sudah begitu dekat dengannya.. dan seakan telah lama mengenal dia sebelumnya.

15 Oktober : Lunch 2nd
22 Oktober : Lunch 3rd ("honest declaration"-- "i love you before i met you")
28 Oktober : Pray for my "fake birthday" by phone at 00:10 AM
31 Oktober : Celebrate my late birthday with lunch together and take me to my office for the first by his motocycle at night--> by phone deep honest declaration from him from 10 PM to 02 AM
03 November : Lunch 5th
04 November : Lunch 6th
06 November : Lunch 7th
07 November : Lunch 8th
11 November : Ngopi meeting 9th (gettin' closer) he take me to my  house by his motocycle
12 November : Lunch 10th
18 November : Lunch 11th , for the first time i asking a guy first to take me home after exercise at Taman Macan at 07.00 PM i never do this to any guy before except him. At night we praying together i lead the worship and pray for our parents and family and for his lost child Nathaniela, he's crying.
19 November : Pray together by phone and he lead the worship and pray for our parents, family, Nathaniela, and for our country too.. for a view minutes i feel that i want to kept it that way forever. Pray every night and day with him.

Entah sampai kapan ini akan (hanya) seperti ini...

aku menikmati menghitung saat-saat aku bersama dengannya .. meski mungkin kali ini akan sama dengan tahun-tahun yang sudah kulewati bersama dengan beberapa yang statusnya hanya datang sebentar dan pergi karena satu hal yang sama yakni "hubungan yang tak direstui"

"kakak tidak pernah menghitung beberapa kali pertemuan kita dek, karena pertemuan kita hanya akan berakhir ketika kamu dan kakak sudah ada di depan altar " 

ia seakan sangat yakin meski ia pun tak berkeras ingin mewujudkan mimpi bersama ku

ia masih mengikutkan Tuhan dalam segala usahanya tuk mewujudkan mimpi itu

hanya saja Logika ku masih terus berteriak "90%" dan perasaan "10% "... aku tak mau lagi mengalami hal serupa sama seperti 4 tahun lalu...

selama 3,5 tahun berjuang hanya tuk menyisahkan air mata, kesesakan, penolakan, sakit berkepanjangan
kalau bukan karena pilar-pilar doa yang bertalu-talu dari semua yang mengasihi ku aku tidak akan se"hidup" seperti sekarang ini..

16 November 2014

Kopdar (pertemuan pertama)

Hi..

Masih ingat tulisan ku yang judulnya "Teman Baruku" yang pernah kutulis di awal mei
tahun 2013 lalu?  Kisah perkenalan dan pertemanan ku yang selama dua tahun lewat 
dunia maya itu akhirnya diakhiri dengan pertemuan darat atau lebih sering di kenal dengan kopdar..

26 September 2014 akhrinya kami bertemu juga.. awalnya bertemu lewat we chat 26 April 2012
dan intens teleponan dan sms-an atau sekedar mengirim pesan suara lewat we chat. Dari hanya sebuah keisengan memanfaatkan fasilitas andro* ku saat itu menjadi sebuah pertemanan yang di dasarkan dengan rasa nyaman , nyambung, dan nyaman untuk menjadi diri kami sendiri berdua.

Sejak awal ia telah mempercayai ku dengan sangat terbuka memberitahukan status sosialnya yang bukan lagi seorang bujang tulen. Tanpa takut kehilangan pertemanan itu dengan jujurnya ia katakan ia pernah menikah, punya seorang putri cantik yang tinggal bersama mantan istrinya yang telah menikahi sahabatnya sendiri. 

namun tak pernah ia katakan istrinya selingkuh..ia hanya selalu katakan bahwa itu adalah kesalahan nya sendiri. Bahkan ketika ia jujur sekalipun aku tak percaya dengan kata2 nya yang bagiku hanya ingin mendapatkan simpati dari lawan jenis. Butuh 6 bulan untuk ku mempercayai bahwa yaa dia benar2 dengan perkataan2 nya kepadaku  itu. Maka dari sekitar puluhan teman we chat ku hanya dia lah yang mulai mendapatkan perhatian ku saat itu. Dan hanya dia yang akhirnya kuberikan nomor telepon ku tanpa kebohongan tak seperti puluhan pria maya we chat yang dalam kurun seminggu ingin langsung bertemu dengan ku secara langsung.

"Uncle" begitulah kupanggil dia di awal pertemanan kami (meski sekarang aku memanggilnya dengan sebutan kakak, sebab kami terpaut beda usia 3 tahun) ..pada dia aku katakan kalau usia ku 40 tahun dan tentu saja ia tak mempercayai ku, sebab profil picture we chat ku yang terlihat 10 tahun lebih muda.
Aku saat itu hanya bermaksud iseng dan sekedar "mengisi waktu luang" bahasa halusnya adalah
Move On dari sang mantan 4 tahun ku dan menganggap nya "toh bakal berlalu seperti angin saja"
ternyata dari perkenalan kami di dunia maya hingga bertukar nomor telpon dan ia yang hampir  setiap hari menelpon ku atau sekedar mengingatkan untuk sarapan, lunch , dan dinner lewat SMS hingga dua tahun pertemanan kami tanpa sekali pun ku mau menyanggupi keinginan dia untuk mau bertemu langsung.

dan janji makan siang bersama sekalian kopdar itu pun terjadi pertama ..
dan tak ada yang beda baik saat di dunia maya maupun di dunia yang nyata..ia benar2 sama.
humorisnya, blak-blak an dia, perhatian dia yang sama seperti dua tahun di dunia maya itu semua nya sama hanya perbedaan dari cepat nya dia menikmati hidangan santap siang nya di hadapan dia dan akhirnya menatap qu dan "menikmati" cara ku menyantap makanan yang membuat ku tak bisa membedakan merahnya wajahku karena pedisnya menu makan siang ku atau kah aku yang gugup karena diliatin terus.
terlebih saat aku selesai menyelesaikan santap siang ku (yang sepertinya butuh waktu lama tuk menyelesaikannya) tak bisa bernapas aku saat tiba-tiba dia beranjak dari tempat duduk nya dan mengeluarkan sebuah kalung dan memakaikannya di leher ku. Sebuah Kalung dari Israel sebuah kalung yang selama dua tahun pertemanan kami saat masih di dunia maya yang ia janjikan mau memberikannya padaku dan ia masih terus menyimpannya hingga hari dimana kami bertemu.

Pertemuan Pertama yang sepertinya sedikit mulai "menganggu" tidur ku.. Entahlah aku tetap tidak mau menyimpulkan apa-apa dari pertemuan pertama itu. Hanya saja saat ini aku hanya ingin menikmatinya saja..perasaan baru ini..