Tidak terasa berjalan di tahun 2015 ini..
Seperti baru semalam tutup tahun sekarang sudah mau bulan baru lagi..
Banyak cerita di bulan maret lalu yang tidak semuanya tertulis karena "si penulis" beberapa minggu ini sedang kurang sehat.
Maret akhirnya berlalu namun sakit ini sepertinya masih enggan untuk berlalu.
Terhitung sudah 4 hari ini aku hanya tidur 3 jam saja (kliyengan tapi harus tetap masuk kerja) bersyukur sakit tahunan itu tidak datang dan semoga tidak akan pernah datang.
Banyak cerita sedih di bulan maret (bagiku) mungkin itu juga yang membuat ku enggan untuk menulis.. dan semuanya terjadi di akhir bulan.
Ada cerita tentang papa di Bekasi yang kali ini memasuki ultah intan (usia dalam Alkitab-umur yang berkenan dimata Tuhan kata beliau) aku tidak bisa hadir disana karena waktu yang belum memungkinkan untuk aku dapat cuti. Berharap semoga tahun depan saat papa ulangtahun aku bisa ada di dekat beliau.
Kemudian ada kisah sedih perpisahan abadi seorang komedian berbakat indonesia yang dermawan Yoga syahputera atau lebih dikenal dengan sebutan Olga Syahputera yang akhirnya menyerah melawan penyakit meningitis (radang selaput otak) di Mount Elizabeth Hospital Singapore. Dari kematiannya banyak pelajaran yang dapat diambil yakni salah satunya adalah dengan mengutamakan kesehatan dibanding karier.
Dan kisah sedih yang lain adalah... saat aku mengambil sebuah keputusan berat bagiku, namun ini yang kunilai terbaik bagiku dan juga bagi seseorang (meski saat ini dapat kupastikan dia pasti sangat benci kepadaku).
Membiasakan diriku dengan kebiasaan baru tidaklah mudah untuk ku namun...aku tidak mau menjalani sebuah ketidakpastian selama bertahun-tahun dengan akhir yang penuh airmata seperti 5 tahun yg lalu.
badanku kurus hingga 38 kg, mata sembab setiap kali kekantor, menangisi seseorang yang sudah menjadi bagian dari hidupku karena hati ini sudah terikat dengan emosi sebab tiap kali sms, telpon, web cam, kontak fisik, dll, hilang arah dan tujuan, tak tau caranya tertawa...Ooh tidak !! aku tidak mau seperti itu lagi...menyakiti oranglain dan menyakiti diriku sendiri..
Aku menderita saat ini .. yaa sangat, namun ini tidak akan lama...sebab tak ada yang sia-sia dalam sebuah keTaaTan. FirmanNya yang menjamin itu. Dan aku mendoakan kakak selalu hingga nanti, doaku agar ia selalu bahagia dan Tuhan pasti akan membuatnya bahagia..Pasti.
31 March 2015
27 March 2015
Di Suatu Hari Di Siang Terik.
Padahal baru semalam mama beri nasihat..
“setiap hari dalam hidup kita adalah maut..
sejengkal ukurannya nak..makanya kita harus selalu minta perlindungan dan
pemagaran Tuhan. Maut itu bukan hanya kecelakaan lalu lintas, tapi bisa juga
kecopetan, sakit penyakit, pokoknya semua hal yang berakibat buruk itu maut
nak. Karena dunia dimana kita tinggal akan tidak lebih baik dari hari ke hari
tapi malah lebih buruk”
Aku cuman jawab dengan singkat “iyaa mama
sayang nan cerewet” dan kemudian memeluk mamaku
Tidak disangka keesokan harinya ( hari ini ) saat siang
hari ditengah kemacetan lalu lintas dan teriknya panas ditambah ketidak sabaran
dari yang mengendarai kendaraan membuat kecelakaan kecil terjadi.
Dan (buruknya) yang mengalami itu adalah.....sang
penulis yaitu diriku sendiri huhuhu
Namun kabar baiknya hanya sepanjang jempol
kaki kanan ku yang kena lecet karena teman yang membonceng tidak awas melihat
weser lampu kendaraan di depannya. Makanya kaki kanan ku bagian jempol kaki
kanannya mengenai motor di depan motor teman itu, lebih tepatnya diserempet
Ditambah posisi duduk ku yang berat sebelah
(miring) membuat dia kehilangan keseimbangan (kalii..)
Meski hanya sepanjang jempol kaki kanan
yang bengkak, memerah (awalnya) kemudian membiru, dan tergores sedikit (padahal
aku pakai sepatu yg kulitnya tebal) tapi itu berhasil membuat jalanku agak
terseok –seok dan periiih banget..
Dan
meski tidak bisa kena kulit sepatu aku tetap paksakan untuk pulang dengan
mengenakan sepatu kantor (lupa bawa sendal santai huhuhu)
Pikirku saat ini di tempat kerjaku “pulang
ke rumah aku harus senyum seperti tidak terjadi apapun yg jelek di hari ini kemudian segera memasak air panas buat kompres
bengkaknya kakiku ini dengan cara ...diam-diam. Pokoknya mama dan orang di rumah tidak
boleh tau kalau aku keserempet motor ...apalagi kalau mama tau aku dibonceng ama teman yang masih berjiwa anak muda banget yang doyan balap2..
waduuuh bisa2 marah besar si mama.”
Tapi yang buatku sedih adalah...aku
berbohong saat seorang kakak yang menyayangiku bertanya tentang keadaanku karena tak sengaja aku
menekan tombol “send” dan pesan yang
seharusnya ingin ku hapus terkirim kepada dia.
“whaattzz?”
“dd qu gak apa2 khan?”
“apanya yang luka de”
Aduuuh gimana kalau dia tau... isi pesannya
saja sudah sepanik itu..
Lagipula dia baru sembuh dari sakit, aku
gak mau buat dia kepikiran.
Makanya ku jawab kalau kecelakaan kecil itu
bukan aku yang alamin tapi aku hanya lihat sekilas di jalan tadi ada yang
kecelakaan ... tapi pasti cepat atau lambat dia akan tahu juga.
MAAFF YAA.. :(
22 March 2015
if (only) i can turn back times
baru kali ini aku mengalami sakit di bagian kepalaku agak lama..
biasanya sakitnya hanya sehari semalam ..
namun kali ini sakitnya sudah hampir seminggu
masih dengan tanda yang sama dan dengan penanganan yang sama seperti biasanya kalau sakit ini biasa datang.. namun kali ini bener-bener aku membutuhkan lebih dari sekedar pijatan di kepala dan segelas teh manis panas.
apakah ada sesuatu yang salah dalam tubuh jasmani ku ataukah pelanggaran yang kubuat dengan melibatkan keadaan roh ku yang sebenarnya sedang sakit sehingga itu juga berdampak pada hal jasmani ku kah ? aku tak tahu..
beberapa hari ini entah sebuah perkataan dari seseorang yang ku dengar seakan-akan menghipnotisku dan memberikan pengaruh. kata dia di suatu hari minggu lalu :
"kalau saja hari ini Tuhan menghendaki aku untuk pulang, aku mau sekali fan..kalau rumah itu sudah selesai aku mau banget kembali. Lelah sudah menanggapi semua keadaan di sekitarku...keluarga laah, masalah pasangan hidup yang selalu salah pilih laah"
dan perkataan nya terngiang-ngiang dan mendominasi semuanya..
padahal kalau dipikir dia seorang wanita yang mandiri, jabatannya yang sebagai kepala cabang disebuah bank swasta (tentu dengan sallary yang woow juga) namun mengapa ia bisa juga berkata seperti itu..
"salah memilih" kata yang paling alergi untuk kudengar akhir-akhir ini dan yang selalu ku jaga untuk tak terjadi lagi dalam hidupku..
dan untuk sepanjang 10 tahun terakhir ini aku kembali merenung kesalahan ku dalam menentukan pilihan. Baik itu untuk pekerjaan maupun pasangan hidup.
"seandainya saja" adalah kalimat berkepanjangan yang juga ku benci namun sering kali terbersit di pikiran ku..
seandainya saja...setelah lulus kuliah dulu aku langsung melanjutkan studi S2 ku meski bukan di Australia dengan beasiswa di Jogja pun bisa dengan biaya sendiri..
seandainya saja aku ngotot untuk itu meski saat itu finansial tidak mencukupi
seandainya saja..tak kubiarkan diriku jatuh dalam cinta yang semu saat itu..
hanya karena sebuah rasa ingin tahu gimana siih rasanya pacaran itu? gimana siih rasanya diperhatikan oleh lawan jenis? hanya karena tidak mau menderita ejekan teman-teman kok sudah usia 26 tahun belum pernah sekali pun pacaran
seandainya saja aku tetap ngotot mempertahankan kekudusan untuk tetap memilih hidup lajang hingga waktu Tuhan tiba untukku.. (mungkin tak selama sekarang ini kalau aku mau taat) dan menutup diriku untuk pertemanan yang lebih dengan pria-pria yang punya niat lain lebih dari sekedar berteman dengan ku.
Menghindarkan mereka dan aku dari rasa SAKIT akibat Kenyataan yang menyakitkan.
dan saat ini benar....aku hanya ingin sendiri...benar-benar hanya ingin sendiri.
( bersambung...)
biasanya sakitnya hanya sehari semalam ..
namun kali ini sakitnya sudah hampir seminggu
masih dengan tanda yang sama dan dengan penanganan yang sama seperti biasanya kalau sakit ini biasa datang.. namun kali ini bener-bener aku membutuhkan lebih dari sekedar pijatan di kepala dan segelas teh manis panas.
apakah ada sesuatu yang salah dalam tubuh jasmani ku ataukah pelanggaran yang kubuat dengan melibatkan keadaan roh ku yang sebenarnya sedang sakit sehingga itu juga berdampak pada hal jasmani ku kah ? aku tak tahu..
beberapa hari ini entah sebuah perkataan dari seseorang yang ku dengar seakan-akan menghipnotisku dan memberikan pengaruh. kata dia di suatu hari minggu lalu :
"kalau saja hari ini Tuhan menghendaki aku untuk pulang, aku mau sekali fan..kalau rumah itu sudah selesai aku mau banget kembali. Lelah sudah menanggapi semua keadaan di sekitarku...keluarga laah, masalah pasangan hidup yang selalu salah pilih laah"
dan perkataan nya terngiang-ngiang dan mendominasi semuanya..
padahal kalau dipikir dia seorang wanita yang mandiri, jabatannya yang sebagai kepala cabang disebuah bank swasta (tentu dengan sallary yang woow juga) namun mengapa ia bisa juga berkata seperti itu..
"salah memilih" kata yang paling alergi untuk kudengar akhir-akhir ini dan yang selalu ku jaga untuk tak terjadi lagi dalam hidupku..
dan untuk sepanjang 10 tahun terakhir ini aku kembali merenung kesalahan ku dalam menentukan pilihan. Baik itu untuk pekerjaan maupun pasangan hidup.
"seandainya saja" adalah kalimat berkepanjangan yang juga ku benci namun sering kali terbersit di pikiran ku..
seandainya saja...setelah lulus kuliah dulu aku langsung melanjutkan studi S2 ku meski bukan di Australia dengan beasiswa di Jogja pun bisa dengan biaya sendiri..
seandainya saja aku ngotot untuk itu meski saat itu finansial tidak mencukupi
seandainya saja..tak kubiarkan diriku jatuh dalam cinta yang semu saat itu..
hanya karena sebuah rasa ingin tahu gimana siih rasanya pacaran itu? gimana siih rasanya diperhatikan oleh lawan jenis? hanya karena tidak mau menderita ejekan teman-teman kok sudah usia 26 tahun belum pernah sekali pun pacaran
seandainya saja aku tetap ngotot mempertahankan kekudusan untuk tetap memilih hidup lajang hingga waktu Tuhan tiba untukku.. (mungkin tak selama sekarang ini kalau aku mau taat) dan menutup diriku untuk pertemanan yang lebih dengan pria-pria yang punya niat lain lebih dari sekedar berteman dengan ku.
Menghindarkan mereka dan aku dari rasa SAKIT akibat Kenyataan yang menyakitkan.
dan saat ini benar....aku hanya ingin sendiri...benar-benar hanya ingin sendiri.
( bersambung...)
19 March 2015
cinta untuk Mama VS Mommy
mempunyai dua ibu (seharusnya) merupakan hal yang unik, indah, dan membahagiakan. Namun bagiku sekaligus juga adalah membingungkan.
setidaknya untuk malam ini.
ketika mereka beradu argumen hebat lewat telepon tentang peninggalan Almh.Oma & Alm.Opa
rumah tua yang sudah berumur kurang lebih 50 tahun yang sudah mengalami beberapa kali renovasi entah mengapa malam ini menjadi pembicaraan alot meski hanya lewat udara.
"mommy" ( wanita yang mengeluarkan aku dari rahimnya 32 tahun lalu secara normal) tiba-tiba meminta agar rumah tua itu untuk di jual dan hasilnya di bagi ke tiga anak almh. oma.
sedangkan "mama" (wanita yang meski tak pernah merasakan sakitnya persalinan namun yang aku rasakan jauh memiliki keterikatan bathin yang kuat dengan ku karena aku tinggal bersamanya sudah hampir 30 tahun lamanya) tetap bersikeras tak ingin menjual peninggalan terakhir almh.oma dan alm. opa meski ia hanya anak bungsu dan meskipun mommy adalah anak tertua dalam keluarga.
dan sekian lamanya mereka "beradu mulut" entah dari pembicaraan peninggalan terakhir itu berujung pada kasih sayang yang aku berikan kepada mereka berdua.
mommy tiba-tiba "menuduh" mama yang sudah menghasut aku untuk tidak membela ibu kandungnya dan mulai berbicara keras dan besar terhadapnya.. dan pembicaraan mereka mengarah kepada calon pasangan hidupku kelak.
honestly dalam hal ini aku lebih mendukung 100% keputusan mama untuk tetap mempertahankan peninggalan terakhir almh.oma dan alm. opa itu karena yang lain peninggalan almarhumah dan almarhum semuanya sudah beralih menjadi toko, ruko, dan rumah para pendatang.
terlebih memang selama ini aku begitu sulit "masuk" ke mommy karena mommy yang cenderung lebih dominan otoriternya dalam keluarga selama ini (mungkin karena mommy dulu seorang deputi manajer yang notabene sallary nya jauh dari papa sehingga karakter bossy nya masih ada hingga saat ini dan menguasai keluarga)
seperti malam ini ... aku kembali "bertengkar" dengan mommy.
aku sedikit komplain dengan sikap beliau yang masih bergaya bossy dan ikut campur dalam segala hal yang menjadi bagian ku tanpa mau mendengar penjelasan ku terlebih dahulu.
mama lah yang membuatku akhirnya belajar untuk bisa "menerima" dan "berdamai" dengan kenyataan bahwa mommy, ibu kandungku itu unik dan berbeda.
kalau diukur kadar cinta ku untuk keduanya, mama 70 % dan mommy 30 %.
aku tak membenci mommy karena aku tak mau anak-anak ku yang akan kulahirkan nanti akan membenci ku juga nantinya, aku hanya tak suka karakter mommy yang sejak dari aku kecil hingga sekarang masih tetap sama.
dan perkataannya yang selalu saja hingga saat ini kubenci "ingat bibit-bebet-bobot, gak akan dapat restu kalau tak ada ketiganya"
17 March 2015
Kisah Intermezo Hari Ini
Sepasang
mata bertemu,
seakan saling menyapa,
seakan saling bicara.
Walau tak ada gerak lidah !
Tak ada kata-kata !
Mereka berbicara dengan bahasa jiwa.
Karena bahasa jiwa jauh
lebih jujur, tulus dan apa adanya.
meski ada yang pernah mengatakan yang tak terucap jauh lebih berharga dari pada yang hanya ada di ujung
lidah..
Cinta kah itu? atau hanya emosi sesaat hanya untuk mengisi waktu luang atau sekedar memberi warna diantara arsip, deringan telepon, instruksi boss, dan rutinitas.
-THE END-
( kehilangan ide tiba-tiba dalam pembuatan cerpennya..."objek penderita" utamanya tiba2 membuyarkan imaji penulis ^_^ )
Subscribe to:
Comments (Atom)