Padahal baru semalam mama beri nasihat..
“setiap hari dalam hidup kita adalah maut..
sejengkal ukurannya nak..makanya kita harus selalu minta perlindungan dan
pemagaran Tuhan. Maut itu bukan hanya kecelakaan lalu lintas, tapi bisa juga
kecopetan, sakit penyakit, pokoknya semua hal yang berakibat buruk itu maut
nak. Karena dunia dimana kita tinggal akan tidak lebih baik dari hari ke hari
tapi malah lebih buruk”
Aku cuman jawab dengan singkat “iyaa mama
sayang nan cerewet” dan kemudian memeluk mamaku
Tidak disangka keesokan harinya ( hari ini ) saat siang
hari ditengah kemacetan lalu lintas dan teriknya panas ditambah ketidak sabaran
dari yang mengendarai kendaraan membuat kecelakaan kecil terjadi.
Dan (buruknya) yang mengalami itu adalah.....sang
penulis yaitu diriku sendiri huhuhu
Namun kabar baiknya hanya sepanjang jempol
kaki kanan ku yang kena lecet karena teman yang membonceng tidak awas melihat
weser lampu kendaraan di depannya. Makanya kaki kanan ku bagian jempol kaki
kanannya mengenai motor di depan motor teman itu, lebih tepatnya diserempet
Ditambah posisi duduk ku yang berat sebelah
(miring) membuat dia kehilangan keseimbangan (kalii..)
Meski hanya sepanjang jempol kaki kanan
yang bengkak, memerah (awalnya) kemudian membiru, dan tergores sedikit (padahal
aku pakai sepatu yg kulitnya tebal) tapi itu berhasil membuat jalanku agak
terseok –seok dan periiih banget..
Dan
meski tidak bisa kena kulit sepatu aku tetap paksakan untuk pulang dengan
mengenakan sepatu kantor (lupa bawa sendal santai huhuhu)
Pikirku saat ini di tempat kerjaku “pulang
ke rumah aku harus senyum seperti tidak terjadi apapun yg jelek di hari ini kemudian segera memasak air panas buat kompres
bengkaknya kakiku ini dengan cara ...diam-diam. Pokoknya mama dan orang di rumah tidak
boleh tau kalau aku keserempet motor ...apalagi kalau mama tau aku dibonceng ama teman yang masih berjiwa anak muda banget yang doyan balap2..
waduuuh bisa2 marah besar si mama.”
Tapi yang buatku sedih adalah...aku
berbohong saat seorang kakak yang menyayangiku bertanya tentang keadaanku karena tak sengaja aku
menekan tombol “send” dan pesan yang
seharusnya ingin ku hapus terkirim kepada dia.
“whaattzz?”
“dd qu gak apa2 khan?”
“apanya yang luka de”
Aduuuh gimana kalau dia tau... isi pesannya
saja sudah sepanik itu..
Lagipula dia baru sembuh dari sakit, aku
gak mau buat dia kepikiran.
Makanya ku jawab kalau kecelakaan kecil itu
bukan aku yang alamin tapi aku hanya lihat sekilas di jalan tadi ada yang
kecelakaan ... tapi pasti cepat atau lambat dia akan tahu juga.
MAAFF YAA.. :(
No comments:
Post a Comment