27 March 2015

Di Suatu Hari Di Siang Terik.


Padahal baru semalam  mama beri nasihat..

“setiap hari dalam hidup kita adalah maut.. sejengkal ukurannya nak..makanya kita harus selalu minta perlindungan dan pemagaran Tuhan. Maut itu bukan hanya kecelakaan lalu lintas, tapi bisa juga kecopetan, sakit penyakit, pokoknya semua hal yang berakibat buruk itu maut nak. Karena dunia dimana kita tinggal akan tidak lebih baik dari hari ke hari tapi malah lebih buruk”

Aku cuman jawab dengan singkat “iyaa mama sayang nan cerewet” dan kemudian memeluk mamaku

Tidak disangka keesokan harinya ( hari ini ) saat siang hari ditengah kemacetan lalu lintas dan teriknya panas ditambah ketidak sabaran dari yang mengendarai kendaraan membuat kecelakaan kecil terjadi.

Dan (buruknya) yang mengalami itu adalah.....sang penulis yaitu diriku sendiri huhuhu

Namun kabar baiknya hanya sepanjang jempol kaki kanan ku yang kena lecet karena teman yang membonceng tidak awas melihat weser lampu kendaraan di depannya. Makanya kaki kanan ku bagian jempol kaki kanannya mengenai motor di depan motor teman itu, lebih tepatnya diserempet

Ditambah posisi duduk ku yang berat sebelah (miring) membuat dia kehilangan keseimbangan (kalii..)

Meski hanya sepanjang jempol kaki kanan yang bengkak, memerah (awalnya) kemudian membiru, dan tergores sedikit (padahal aku pakai sepatu yg kulitnya tebal) tapi itu berhasil membuat jalanku agak terseok –seok dan periiih banget..

Dan meski tidak bisa kena kulit sepatu aku tetap paksakan untuk pulang dengan mengenakan sepatu kantor (lupa bawa sendal santai huhuhu)

Pikirku saat ini di tempat kerjaku  “pulang ke rumah aku harus senyum seperti tidak terjadi apapun yg jelek di hari ini kemudian segera memasak air panas buat kompres bengkaknya kakiku ini dengan cara ...diam-diam. Pokoknya mama dan orang di rumah tidak boleh tau kalau aku keserempet motor ...apalagi kalau mama tau aku dibonceng ama teman yang masih berjiwa anak muda banget yang doyan balap2.. waduuuh bisa2 marah besar si mama.”

Tapi yang buatku sedih adalah...aku berbohong saat seorang kakak yang menyayangiku bertanya tentang keadaanku karena tak sengaja aku menekan tombol “send” dan  pesan yang seharusnya ingin ku hapus terkirim kepada dia.

“whaattzz?”
“dd qu gak apa2 khan?”
“apanya yang luka de”

Aduuuh gimana kalau dia tau... isi pesannya saja sudah sepanik itu..

Lagipula dia baru sembuh dari sakit, aku gak mau buat dia kepikiran.

Makanya ku jawab kalau kecelakaan kecil itu bukan aku yang alamin tapi aku hanya lihat sekilas di jalan tadi ada yang kecelakaan ... tapi pasti cepat atau lambat dia akan tahu juga.

MAAFF YAA.. :(


No comments: