09 February 2016

Dia

Hanya Dia yang bisa membuat ku tertawa berkali-kali dengan lelucon yang sama

Hanya Dia yang memahami ku bahkan ketika aku tak bisa memahami diriku sendiri

Cuma Dia yang bisa menenangkan emosi ku saat sifat kanak-kanak ku muncul dengan berbagai kata-kata yang sangat tak dewasa keluar dari mulut ku

Dia lah yang mencintai kekurangan ku saat aku sendiri membencinya dan tanpa ragu menegur ku ...

Dia seperti kakak cowok yang tak pernah aku punya yang memanjakan ku dan selalu membuat ku berpikir indahnya mempunyai seorang kakak cowok....

disaat yang sama Dia pun bisa menjadi ayah bagiku yang tiba-tiba membuatku merasa menjadi seorang anak kecil yang hanya ingin berada di pelukan dia tanpa merasa kuatir dan takut..

seperti seorang ibu yang bawel selalu mengingatkan ku bahwa aku adalah seorang perempuan yang harus bisa menjaga kesehatan dan merawat diri dan tak acuh seperti seorang anak laki

Dia spesial bagiku ...meski terkadang ketika dia berperan sebagai seorang kekasih..kecemburuannya dan kecurigaannya membuat semua pesona yang ia tunjukan menjadi hambar dan buram  namun terlepas dari itu semua, dia lah yang saat ini paling kupercaya untuk bisa menjadi perwakilan kedua pasang orang tua ku ketika mereka sudah tak bersama ku lagi..

satu-satunya pria yang ku pilih untuk menjaga ku ....

namun perkataan ia hari ini membuatku seperti ditampar akan sebuah kenyataan yang tak mau aku akui dan tak mau aku terima tentang ketakutan ku akan gambaran masa depan bersama dia..
"sepertinya adeku mau berhubungan layaknya orang awam yang DIRESTUI ORANG TUA, BISA JALAN KEMANA-MANA TANPA ADA YANG DISEMBUNYIKAN, BISA DIPERKENALKAN DENGAN BANGGA KEPADA SIAPA SAJA......Adeku BELUM SIAP MASUK KEDALAM KEHIDUPAN RUMAH TANGGA DAN MENGAMBIL SEMUA RESIKO DI DALAMNYA. "

Dan saat aku membaca semua perkataan Dia.....air mataku mengalir dengan derasnya ...tak terbendung....ku gigit bibirku agar tak ada yang mendengar nya di kantor...bersyukur juga hari ini semua orang sedang rapat di lantai 3....

Mengapa hanya Dia yang bisa memahami ku....mengapa mereka yang hidup selama bertahun-tahun tidak bisa memahami ku....memahami kesedihan ku , kesesakan ku, kebahagiaan ku..... Mengapa aku tak bisa memutuskan jalan hidup ku sendiri...

Mengapa harus ada "apa kata orang nanti" atau "apa tidak ada yang lain" atau "menikah tanpa restu"

Mengapa tidak hanya ada kata "Biarkan mereka Berbahagia...?"
Apa kali ini aku harus melepaskan Kebahagiaan ku lagi....dan menderita selama bertahun-tahun lagi...

Apa bagi mereka aku begitu mudah untuk disembuhkan? Apa bagi mereka mudah menjadi diriku ???

Mengapa kebenaran begitu tidak adil padaku !!.....disaat mereka yang diluar sana bisa menemukan kebahagiaan mereka sendiri bahkan dengan cara yang tak benar !... hamil di luar nikah laah, mengancam bunuh diri laah, sampai kawin lari hanya karena cinta tak direstui awalnya....

Tapi aku dan Dia ....kami tidak akan melakukan HAL MURAHAN semacam itu....
kami akan buktikan pada dunia bahwa cinta kami laah yang Benar meski dengan banyak penderitaan di dalamnya....dan mereka akan melihat itu....