"Jangan pernah memberi harapan dengan cara meng-iyakan kesepakatan meski itu bertentangan dengan hati..." kata bunda El-Mary kepadaku.
mungkin memang beliau adalah orang pertama yang akan mengetahui jika ada sesuatu yang terjadi yang berkenaan dengan "HATI".
beliau pernah melihat saat terpuruk aku karena kehilangan cinta atau penampilan terbaik aku saat kebingungan busana apa yang terbaik yang harus ku kenakan ketika ingin bertemu dengan pria yang akan kutemui.
lewati semuanya...Mulai dari Makassar, Jogjakarta, Jakarta, hingga Medan..
lewati semuanya mulai dari yang datang dan yang pergi, yang lama dan yang baru, yang bertahan dan yang berlalu, yang teruji waktu dan yang kalah oleh waktu yang pertemuannya secara jasmani maupun lewat dunia maya, yang berkunjung ke rumah secara langsung maupun yang masih hanya berjumpa lewat telepon.
dan kesemua dari mereka menginginkan hal yang sama dariku.....menuju kepada satu tujuan akhir adalah MENIKAH. Tidak lagi mau berpacaran. minimal bertunangan.
jika melihat keadaan dan seakan-akan terdesak oleh waktu.dan ingin segera "membuktikan" kepada seseorang yang sudah menyakiti ku mungkin aku akan memilih salah satu dari antara mereka. apa lagi yang kutunggu pikirku seringkali. mereka "sama" dengan ku, mapan dan selain bekerja mereka punya tugas menjalankan usaha keluarga mereka yang sudah turun temurun, mereka cerdas, taat beragama, dan terlebih dari semua itu mereka yang selalu membuatku seakan "hidup kembali" meski untuk membalas pernyataan kasih mereka belum pernah terlontar dari hati maupun mulut ku. kata "sayang kamu juga"....hanya untuk dirinya yang berhasil membuatku terluka..
Sehingga karena itu pula aku berkaca dari masa lalu....dan tak ingin melangkah salah kembali jadi sebaiknya nasihat bunda ku turuti "jangan cepat mengatakan "iya" anakku, doakan mereka , kalau salah satu dari mereka adalah pria yang Tuhan telah pertetapkan bagimu pasti akan bersatu di altar...bersahabat saja dengan mereka dulu."
30 May 2013
26 May 2013
Antara Kehendak Tuhan dan Malpraktik !
Tanggal 20 Mei 2013 adalah hari yang tidak akan kulupakan seumur hidupku.....
karena di hari itu tante terbaik ku tiba-tiba meninggal setelah sehari sebelumnya sangat sehat dan sudah akan keluar dari Rumah Sakit.yang memang sedari awal saat berkunjung ke sana adalah salah satu Rumah Sakit yang kunilai dibawah standar safety dan sanitasi yang jauuuh dibawah standar (sangat jorok bahkan seekor tikus bisa masuk ke dalam ruang tempat dimana pasien dirawat).
Rumah Sakit yang terletak di bilangan jalan tol reformasi ini juga adalah rumah sakit yang pertama kali ku kunjungi , maka tak heran ketika tahu bahwa almarhumah di rawat di rumah sakit tersebut sempat mencari dimana lokasi Rumah Sakit tersebut.
tante Louisa masuk dengan diagnosa awal adalah radang lambung karena selama sebulan beliau tak bisa menerima asupan makanan dengan baik. Dihari pertama hingga hari ke sembilan beliau sudah mengkonsumsi 13 botol infus yang diantaranya adalah infus untuk Hipokalemia (kekurangan zat Kalium), sehingga infusnya di gandakan. Semula hanya di tangan kirinya dan sudah berpindah ke sebelah kanan.
Disamping itu pula terdapat beberapa jenis obat yang masih bisa dapat dicatat oleh ku (pada hari kedua almarhumah masuk Rumah Sakit) : Clinnex 1000 mg, Sohobion 500 mg, Catopain, dan Antifipan.
Di hari ke tiga hingga almarhumah meninggal tidak ada lagi yang bisa mencatat atau menanyakan kepada pihak medis jenis obat apa saja yg sempat almarhumah konsumsi sampai akhirnya di hari ke sepuluh almarhumah meninggal.
Saat masuk hari ke enam hingga hari ke delapan almarhumah sudah mulai baik keadaannya, demam yang sering kali muncul setiap kali infus untuk Hipokalemia di masukkan ke tubuh almarhumah dan selalu mual / muntah (tidak tahu jenis obat apa yg dimasukkan) berangsur hilang dan sudah segar kembali. Tetapi dengan alasan pengobatan untuk Hipokalemia almarhumah terhenti dengan dicabutnya infus dari tubuh almarhumah dan itu akan berdampak buruk bagi almarhumah, maka pihak rumah sakit akhirnya memasang kembali infus yang awalnya sudah dilepas ke tubuh almarhumah.
Dihari kesembilan seharian itu dari siang hingga malam almarhumah kembali menderita, suhu tubuh almarhumah mulai mengalami panas tinggi , susah (maaf) untuk buang air besar, bahkan berjalan pun sulit hingga harus dipapah dan bagian mulut almarhumah sudah sulit untuk di gerakkan dan mulai bernapas sudah menggunakan pernapasan dari mulut bukan lagi dari hidung .Tidur sangat gelisah , balik kanan balik kiri, kaget-kagetan, ketakutan hingga puncaknya di hari kesepuluh dini hari pukul 4.00 subuh tanggal 20 Mei 2013 tante ku yang terbaik menghembuskan napasnya yang terakhir di dalam pelukan om aku yang adalah suami tercinta dia.
Sempat ku berpikir dan bertanya dalam hatiku yang menjerit ,Apakah ampul obat yang disuntikkan kedalam infus almarhumah adalah penyebabnya? Saat itu suster masuk (hari kesembilan pagi) dan ingin menyuntikkan almarhumah namun karena bagian tangan beliau sudah membengkak makanya suster itu menyuntikkan ampul obat itu kedalam infus beliau.
Yang tersisa hanyalah penyesalan teramat sangat...dan juga kalimat "seandainya waktu bisa kembali, tak akan ku biarkan beliau di rawat di Rumah Sakit yg buruk itu"
Tante terbaik aku meninggalkan seorang suami dengan dua orang puteri yang masih remaja yang masih sangat membutuhkan beliau.
Semua yang datang menenangkan mereka hanya bisa berujar "semua ini sudah kehendak Tuhan"
tapi bagi ku ini bukan kehendak Tuhan, ini adalah Malpraktik..!!!
karena di hari itu tante terbaik ku tiba-tiba meninggal setelah sehari sebelumnya sangat sehat dan sudah akan keluar dari Rumah Sakit.yang memang sedari awal saat berkunjung ke sana adalah salah satu Rumah Sakit yang kunilai dibawah standar safety dan sanitasi yang jauuuh dibawah standar (sangat jorok bahkan seekor tikus bisa masuk ke dalam ruang tempat dimana pasien dirawat).
Rumah Sakit yang terletak di bilangan jalan tol reformasi ini juga adalah rumah sakit yang pertama kali ku kunjungi , maka tak heran ketika tahu bahwa almarhumah di rawat di rumah sakit tersebut sempat mencari dimana lokasi Rumah Sakit tersebut.
tante Louisa masuk dengan diagnosa awal adalah radang lambung karena selama sebulan beliau tak bisa menerima asupan makanan dengan baik. Dihari pertama hingga hari ke sembilan beliau sudah mengkonsumsi 13 botol infus yang diantaranya adalah infus untuk Hipokalemia (kekurangan zat Kalium), sehingga infusnya di gandakan. Semula hanya di tangan kirinya dan sudah berpindah ke sebelah kanan.
Disamping itu pula terdapat beberapa jenis obat yang masih bisa dapat dicatat oleh ku (pada hari kedua almarhumah masuk Rumah Sakit) : Clinnex 1000 mg, Sohobion 500 mg, Catopain, dan Antifipan.
Di hari ke tiga hingga almarhumah meninggal tidak ada lagi yang bisa mencatat atau menanyakan kepada pihak medis jenis obat apa saja yg sempat almarhumah konsumsi sampai akhirnya di hari ke sepuluh almarhumah meninggal.
Saat masuk hari ke enam hingga hari ke delapan almarhumah sudah mulai baik keadaannya, demam yang sering kali muncul setiap kali infus untuk Hipokalemia di masukkan ke tubuh almarhumah dan selalu mual / muntah (tidak tahu jenis obat apa yg dimasukkan) berangsur hilang dan sudah segar kembali. Tetapi dengan alasan pengobatan untuk Hipokalemia almarhumah terhenti dengan dicabutnya infus dari tubuh almarhumah dan itu akan berdampak buruk bagi almarhumah, maka pihak rumah sakit akhirnya memasang kembali infus yang awalnya sudah dilepas ke tubuh almarhumah.
Dihari kesembilan seharian itu dari siang hingga malam almarhumah kembali menderita, suhu tubuh almarhumah mulai mengalami panas tinggi , susah (maaf) untuk buang air besar, bahkan berjalan pun sulit hingga harus dipapah dan bagian mulut almarhumah sudah sulit untuk di gerakkan dan mulai bernapas sudah menggunakan pernapasan dari mulut bukan lagi dari hidung .Tidur sangat gelisah , balik kanan balik kiri, kaget-kagetan, ketakutan hingga puncaknya di hari kesepuluh dini hari pukul 4.00 subuh tanggal 20 Mei 2013 tante ku yang terbaik menghembuskan napasnya yang terakhir di dalam pelukan om aku yang adalah suami tercinta dia.
Sempat ku berpikir dan bertanya dalam hatiku yang menjerit ,Apakah ampul obat yang disuntikkan kedalam infus almarhumah adalah penyebabnya? Saat itu suster masuk (hari kesembilan pagi) dan ingin menyuntikkan almarhumah namun karena bagian tangan beliau sudah membengkak makanya suster itu menyuntikkan ampul obat itu kedalam infus beliau.
Yang tersisa hanyalah penyesalan teramat sangat...dan juga kalimat "seandainya waktu bisa kembali, tak akan ku biarkan beliau di rawat di Rumah Sakit yg buruk itu"
Tante terbaik aku meninggalkan seorang suami dengan dua orang puteri yang masih remaja yang masih sangat membutuhkan beliau.
Semua yang datang menenangkan mereka hanya bisa berujar "semua ini sudah kehendak Tuhan"
tapi bagi ku ini bukan kehendak Tuhan, ini adalah Malpraktik..!!!
10 May 2013
teman baru ku ...
Perasaan itu tak pernah benar atau salah ...ia hanya seperti itu.
Dahulu ...
ku pernah berpikir bahwa cinta yang sejati adalah serupa kisah cinderella. Pertama dan selamanya..
pangeran yang sempurna tanpa kelam
Dahulu ...
yang sempurna adalah yang sejak awal menikmati rasa itu dan tak pernah dinodai oleh ketidaksetiaan, airmata, perkataan yang menyakitkan, yang ada hanya cinta yang hanya akan berakhir di saat maut menjeputnya
Dan jika kini ia kembali hadir justru kepada yang tak sempurna...yang terlihat tegar dari luar namun rapuh di dalam, keterbukaan membicarakan masa lalu yang kelam bersamaku tanpa meminta simpaty dari ku...yang membuatku tertawa tetapi menangisi dirinya tanpa ada seorang pun disampingnya setiap malam...merindukan hingga menggila cinta sejatinya yang didambanya untuk setiap hari memanggil dirinya "daddy" ..
Angin malam , keramaian yang akan membuat ia merasa diterima dan menerima keadaannya...
Ada garis batas yang tak bisa kulewati dan tak mungkin kulanggar........
Biarlah hanya seperti ini...aku menikmati hanya sebagai pendengarnya , sedari awal...
Teman baruku.
Dahulu ...
ku pernah berpikir bahwa cinta yang sejati adalah serupa kisah cinderella. Pertama dan selamanya..
pangeran yang sempurna tanpa kelam
Dahulu ...
yang sempurna adalah yang sejak awal menikmati rasa itu dan tak pernah dinodai oleh ketidaksetiaan, airmata, perkataan yang menyakitkan, yang ada hanya cinta yang hanya akan berakhir di saat maut menjeputnya
Dan jika kini ia kembali hadir justru kepada yang tak sempurna...yang terlihat tegar dari luar namun rapuh di dalam, keterbukaan membicarakan masa lalu yang kelam bersamaku tanpa meminta simpaty dari ku...yang membuatku tertawa tetapi menangisi dirinya tanpa ada seorang pun disampingnya setiap malam...merindukan hingga menggila cinta sejatinya yang didambanya untuk setiap hari memanggil dirinya "daddy" ..
Angin malam , keramaian yang akan membuat ia merasa diterima dan menerima keadaannya...
Ada garis batas yang tak bisa kulewati dan tak mungkin kulanggar........
Biarlah hanya seperti ini...aku menikmati hanya sebagai pendengarnya , sedari awal...
Teman baruku.
Subscribe to:
Comments (Atom)