Tanggal 20 Mei 2013 adalah hari yang tidak akan kulupakan seumur hidupku.....
karena di hari itu tante terbaik ku tiba-tiba meninggal setelah sehari sebelumnya sangat sehat dan sudah akan keluar dari Rumah Sakit.yang memang sedari awal saat berkunjung ke sana adalah salah satu Rumah Sakit yang kunilai dibawah standar safety dan sanitasi yang jauuuh dibawah standar (sangat jorok bahkan seekor tikus bisa masuk ke dalam ruang tempat dimana pasien dirawat).
Rumah Sakit yang terletak di bilangan jalan tol reformasi ini juga adalah rumah sakit yang pertama kali ku kunjungi , maka tak heran ketika tahu bahwa almarhumah di rawat di rumah sakit tersebut sempat mencari dimana lokasi Rumah Sakit tersebut.
tante Louisa masuk dengan diagnosa awal adalah radang lambung karena selama sebulan beliau tak bisa menerima asupan makanan dengan baik. Dihari pertama hingga hari ke sembilan beliau sudah mengkonsumsi 13 botol infus yang diantaranya adalah infus untuk Hipokalemia (kekurangan zat Kalium), sehingga infusnya di gandakan. Semula hanya di tangan kirinya dan sudah berpindah ke sebelah kanan.
Disamping itu pula terdapat beberapa jenis obat yang masih bisa dapat dicatat oleh ku (pada hari kedua almarhumah masuk Rumah Sakit) : Clinnex 1000 mg, Sohobion 500 mg, Catopain, dan Antifipan.
Di hari ke tiga hingga almarhumah meninggal tidak ada lagi yang bisa mencatat atau menanyakan kepada pihak medis jenis obat apa saja yg sempat almarhumah konsumsi sampai akhirnya di hari ke sepuluh almarhumah meninggal.
Saat masuk hari ke enam hingga hari ke delapan almarhumah sudah mulai baik keadaannya, demam yang sering kali muncul setiap kali infus untuk Hipokalemia di masukkan ke tubuh almarhumah dan selalu mual / muntah (tidak tahu jenis obat apa yg dimasukkan) berangsur hilang dan sudah segar kembali. Tetapi dengan alasan pengobatan untuk Hipokalemia almarhumah terhenti dengan dicabutnya infus dari tubuh almarhumah dan itu akan berdampak buruk bagi almarhumah, maka pihak rumah sakit akhirnya memasang kembali infus yang awalnya sudah dilepas ke tubuh almarhumah.
Dihari kesembilan seharian itu dari siang hingga malam almarhumah kembali menderita, suhu tubuh almarhumah mulai mengalami panas tinggi , susah (maaf) untuk buang air besar, bahkan berjalan pun sulit hingga harus dipapah dan bagian mulut almarhumah sudah sulit untuk di gerakkan dan mulai bernapas sudah menggunakan pernapasan dari mulut bukan lagi dari hidung .Tidur sangat gelisah , balik kanan balik kiri, kaget-kagetan, ketakutan hingga puncaknya di hari kesepuluh dini hari pukul 4.00 subuh tanggal 20 Mei 2013 tante ku yang terbaik menghembuskan napasnya yang terakhir di dalam pelukan om aku yang adalah suami tercinta dia.
Sempat ku berpikir dan bertanya dalam hatiku yang menjerit ,Apakah ampul obat yang disuntikkan kedalam infus almarhumah adalah penyebabnya? Saat itu suster masuk (hari kesembilan pagi) dan ingin menyuntikkan almarhumah namun karena bagian tangan beliau sudah membengkak makanya suster itu menyuntikkan ampul obat itu kedalam infus beliau.
Yang tersisa hanyalah penyesalan teramat sangat...dan juga kalimat "seandainya waktu bisa kembali, tak akan ku biarkan beliau di rawat di Rumah Sakit yg buruk itu"
Tante terbaik aku meninggalkan seorang suami dengan dua orang puteri yang masih remaja yang masih sangat membutuhkan beliau.
Semua yang datang menenangkan mereka hanya bisa berujar "semua ini sudah kehendak Tuhan"
tapi bagi ku ini bukan kehendak Tuhan, ini adalah Malpraktik..!!!
No comments:
Post a Comment