"Jangan pernah memberi harapan dengan cara meng-iyakan kesepakatan meski itu bertentangan dengan hati..." kata bunda El-Mary kepadaku.
mungkin memang beliau adalah orang pertama yang akan mengetahui jika ada sesuatu yang terjadi yang berkenaan dengan "HATI".
beliau pernah melihat saat terpuruk aku karena kehilangan cinta atau penampilan terbaik aku saat kebingungan busana apa yang terbaik yang harus ku kenakan ketika ingin bertemu dengan pria yang akan kutemui.
lewati semuanya...Mulai dari Makassar, Jogjakarta, Jakarta, hingga Medan..
lewati semuanya mulai dari yang datang dan yang pergi, yang lama dan yang baru, yang bertahan dan yang berlalu, yang teruji waktu dan yang kalah oleh waktu yang pertemuannya secara jasmani maupun lewat dunia maya, yang berkunjung ke rumah secara langsung maupun yang masih hanya berjumpa lewat telepon.
dan kesemua dari mereka menginginkan hal yang sama dariku.....menuju kepada satu tujuan akhir adalah MENIKAH. Tidak lagi mau berpacaran. minimal bertunangan.
jika melihat keadaan dan seakan-akan terdesak oleh waktu.dan ingin segera "membuktikan" kepada seseorang yang sudah menyakiti ku mungkin aku akan memilih salah satu dari antara mereka. apa lagi yang kutunggu pikirku seringkali. mereka "sama" dengan ku, mapan dan selain bekerja mereka punya tugas menjalankan usaha keluarga mereka yang sudah turun temurun, mereka cerdas, taat beragama, dan terlebih dari semua itu mereka yang selalu membuatku seakan "hidup kembali" meski untuk membalas pernyataan kasih mereka belum pernah terlontar dari hati maupun mulut ku. kata "sayang kamu juga"....hanya untuk dirinya yang berhasil membuatku terluka..
Sehingga karena itu pula aku berkaca dari masa lalu....dan tak ingin melangkah salah kembali jadi sebaiknya nasihat bunda ku turuti "jangan cepat mengatakan "iya" anakku, doakan mereka , kalau salah satu dari mereka adalah pria yang Tuhan telah pertetapkan bagimu pasti akan bersatu di altar...bersahabat saja dengan mereka dulu."
No comments:
Post a Comment