20 May 2015
H2C (harap-harap cemas)
Separuh dari isi hatiku langsung melonjak kegirangan saat nyokap dan bokap memberitahu mau mengajak ku liburan bersama dengan mereka ke kota yang memang sudah selama 20 tahun aku idam-idam kan...
maka sedari pagi hingga sore tadi aku tidak fokus dengan pekerjaan ku di kantor..
meski saat ini adalah bulan-bulan kesibukan di kantor menjelang bulan Ramadhan, namun aku sudah siap dengan segala konsekuensi nya...
pokoknya biar dengan cara lembur berhari-hari untuk membayar beberapa hari aku tak bekerja biar tak mengapa...aku rela demi surat ijin dari ke dua boss ku untuk aku bisa pergi ke kota impian ku ini selain Yerusalem.
Maka malam ini aku hanya fokus berdoa dan memohon agar ke dua boss ku berbaik hati dan menaruh belas kasih untuk mengijinkanku tak masuk kerja selama beberapa hari dan juga beberapa hari meninggalkan (untuk sementara) kota "Sop Sodara" ini untuk menuju ke kota impian ku itu sejak lama...
Rasanya tak mau berlama-lama lagi untuk teriak kesenangan karna telah di ijinkan pergi dari kantor beberapa hari, namun aku masih harus menahan diri sampai permohonan cuti ku di restui boss mami dan boss ayah ku besok...
aku mau refreshing...udah mumet dengan segala yang terjadi akhir-akhir ini..moga aku bisa mendapatkannya, God. Berhenti untuk memikirkan yang tak perlu untuk dipikirkan...aku hanya mau memikirkan pasir putihnya, rujaknya, pantainya, rumah2 jaman dulu, sunsetnya, buah2 uniknya, jajanan-jajanan nya, oma-oma kain kebaya, aaarrrgghhh kota ini sudah begitu lama ku idam-idamkan...puluhan tahun. Semoga bisa kesana...Amiiiiinnn !!
18 May 2015
ketika "kupu-kupu" itu pergi (yang ku mau..)
Banyak
kisah tentang "kupu-kupu", gejolak kupu-kupu dalam perut yang 'katanya'
pertanda perasaan yang sedang "jatuh"..
Pertama kamu baru saja membatu dan membiru, lalu kamu bertemu
dengan orang yang kamu rasa 'dia', dan datanglah berjuta kupu yang mengocok
perutmu. Tapi dia yang kamu kira 'dia' sungguh jauh berbeda dengan dirimu dan
membuat batas yang amat jauh denganmu.. Membuat hatimu kelu dan membisu.. Dan
kupu-kupu itu pun pergi dari perutmu..
Kedua kamu bertemu dengan dia yang kamu anggap 'dia' dan terus
memberi makan kupu dalam perutmu. Tapi kupu dalam perutnya pergi, juga membawa
hatinya. Kamu menutup matamu dan memenjarakan kupu-mu dalam perutmu. Hingga
mereka berontak dan lari darimu. Dan kupu-kupu itu pun pergi darimu..
Ketiga kamu bertemu dia, kupu-mu dan kupu-nya saling membuat
harmoni. Beranak pinak dalam perut kalian. Kemudian mencari perut baru untuk
didiami, perut anak-anak kalian. Dan kupu-kupu itupun pergi..
Namun yang ku mau
cinta yang tak perlu di lukiskan dengan sentuhan
fisik meski mungkin aku tak seberani yang lainnya dalam memperjuangkan cinta ditengah perbedaan dan penolakan orangtua
Namun hanya terus
berjuang dalam doa dan ketulusan hati
yang memahami arti cinta tanpa harus mengatakan "cinta kamu"
Yang ku mau adalah cinta dari lembutnya tatapan mata dan suara yang selalu di berikannya untuk ku
Yang ku mau adalah cinta dari lembutnya tatapan mata dan suara yang selalu di berikannya untuk ku
Tak perlu di
umbar dan di teriakkan karena yang mendekatkan hati ku dan hatinya adalah Kasih
Tuhan.
Yang tegas dalam kejujuran dan keterbukaan dan yang terus menerus menjaga kesucian hingga di depan altar ATAS KEHENDAK TUHAN...
14 May 2015
Iman dan Kesabaran (Video Renungan)
satu kata untuk video ini : BENAR-BENAR SANGAT MEMBERKATI KU !!
12 May 2015
Semua Atas Seijin-MU
Setelah membantu Vito (salah seorang anak sekolah minggu ku) mengerjakan PR Agamanya lewat Whatsapp sebanyak 15 Nomor beberapa saat tadi, entah mengapa pikiran ku kembali melayang kepada perkataan teguran salah seorang adik remaja gereja yang tadi menegur setiap kekurangan ku saat memimpin acara Pernikahan Perak Bapak dan Ibu Rohani kami sore hingga malam tadi di gereja.
Meski kritikan pedasnya ini sudah seringkali ku dengar dan setidaknya ini jauh lebih “ringan” daripada saat ia menolak keras rencana ku untuk memilih seorang pria untuk mau masuk dalam hidupku yang dinilainya hanya akan membuat ku menderita untuk masa depan ku dengan bermacam-macam ritual adat istiadat yang masih mengikat dan beberapa hal yang lain yang ia tak setuju dari pria itu (sebab keluarganya pun butuh waktu dan pergumulan untuk lepas dari ikatan adat).
dia sangat tahu prinsip hidup aku yang juga awalnya tak akan pernah mau hidup dalam ikatan adat istiadat dan ketidak jelasan. Untuk beberapa bulan hubungan ku dengan gadis yang sudah kuanggap adik kandung ku sendiri dan ia pun menyayangiku seperti kakak sendiri itu menjadi sangat renggang bahkan saat itu bagiku masuk masa kritis.
Aku tahu ia menyayangi ku dengan cara sangat unik meski menyakitkan dan aku tahu ia punya harapan besar agar aku bisa menjadi percontohan dari semua gadis2 gereja yang mungkin bagi dia sudah banyak yang “berjatuhan” dan memilih menyerah dengan keadaan. Sehingga ketika aku menyampaikan rencana ku kepada dia untuk memilih seseorang yang kurang tepat menurut ukuran dia itu membuat dia kecewa, marah, dan sedih. Terlebih saat itu aku seperti membela pria itu dan tetap keras dengan pilihanku dan karena itulah hubungan ku dengan gadis itu yang awalnya seperti keluarga seketika berubah menjadi seperti orang asing . Sedih banget rasanya..
Mengingat dia sangat keras pendirian, maka aku lah yang memulai untuk meminta maaf, meski secara logika itu salah ,namun aku mau belajar menjadi hamba seperti yang Tuhan mau.
Teringat kisah seorang yang fenomenal dari dunia perAlkitabian bernama Daud, yang hidupnya sangat berkenan di hadapan Allah karena kerendahan hatinya.
Dalam kisahnya di 2 Samuel 16 :5-14 ketika Simei seorang dari kaum keluarga Saul, yakni raja yang selalu ingin membunuh Daud datang dengan penuh kemarahan dan mengeluarkan perkataan kutuk yang buruk dan menyakitkan kepada Daud disini aku bisa mengambil sebuah pelajaran tentang karakter hati hamba seorang Daud yang meskipun berkali-kali Tuhan katakan ia seorang yang ada dalam hati Tuhan namun tak pernah meninggikan dirinya di hadapan manusia bahkan kepada seorang Simei yang tidak ada apa-apanya di mata manusia manapun.
Salah satu bentuk respon hati Daud saat mendengar kata-kata yang menyakitkan dari Simei adalah bentuk dari karakter seorang pemimpin yang bisa memimpin emosinya sekaligus memposisikan hatinya sebagai seorang Hamba Tuhan. Bahkan ketika Daud akan dibela oleh orang-orang yang mendukung dia sepenuhnya , ia tetap tahu bahwa yang
akan membelanya hanyalah Tuhan dan merendahkan dirinya dengan percaya bahwa sekalipun perkataan yang buruk atau apapun yang buruk yang ia alami itu semua ATAS KEHENDAK DAN IJIN TUHAN.
Daud saja seorang raja yang berkenan di hati Tuhan rela merendahkan dirinya mengapa aku tidak ?
Tuhanlah yang menaruh perkataan dalam mulut saudariku itu dan aku bersyukur dan percaya suatau hari jika aku dipercayakan Tuhan sebagai seorang worship leader ibadah besar maka Tuhanlah yang sudah memimpin ku dan mengajarkanku untuk membawakan ibadah yang hidup dan bukan seperti dipemakaman dan yang bertele-tele ucapannya hingga terkesan membuang-buang waktu.
Yaa aku Percaya..
Subscribe to:
Comments (Atom)