Banyak
kisah tentang "kupu-kupu", gejolak kupu-kupu dalam perut yang 'katanya'
pertanda perasaan yang sedang "jatuh"..
Pertama kamu baru saja membatu dan membiru, lalu kamu bertemu
dengan orang yang kamu rasa 'dia', dan datanglah berjuta kupu yang mengocok
perutmu. Tapi dia yang kamu kira 'dia' sungguh jauh berbeda dengan dirimu dan
membuat batas yang amat jauh denganmu.. Membuat hatimu kelu dan membisu.. Dan
kupu-kupu itu pun pergi dari perutmu..
Kedua kamu bertemu dengan dia yang kamu anggap 'dia' dan terus
memberi makan kupu dalam perutmu. Tapi kupu dalam perutnya pergi, juga membawa
hatinya. Kamu menutup matamu dan memenjarakan kupu-mu dalam perutmu. Hingga
mereka berontak dan lari darimu. Dan kupu-kupu itu pun pergi darimu..
Ketiga kamu bertemu dia, kupu-mu dan kupu-nya saling membuat
harmoni. Beranak pinak dalam perut kalian. Kemudian mencari perut baru untuk
didiami, perut anak-anak kalian. Dan kupu-kupu itupun pergi..
Namun yang ku mau
cinta yang tak perlu di lukiskan dengan sentuhan
fisik meski mungkin aku tak seberani yang lainnya dalam memperjuangkan cinta ditengah perbedaan dan penolakan orangtua
Namun hanya terus
berjuang dalam doa dan ketulusan hati
yang memahami arti cinta tanpa harus mengatakan "cinta kamu"
Yang ku mau adalah cinta dari lembutnya tatapan mata dan suara yang selalu di berikannya untuk ku
Yang ku mau adalah cinta dari lembutnya tatapan mata dan suara yang selalu di berikannya untuk ku
Tak perlu di
umbar dan di teriakkan karena yang mendekatkan hati ku dan hatinya adalah Kasih
Tuhan.
Yang tegas dalam kejujuran dan keterbukaan dan yang terus menerus menjaga kesucian hingga di depan altar ATAS KEHENDAK TUHAN...
No comments:
Post a Comment