18 May 2015

ketika "kupu-kupu" itu pergi (yang ku mau..)




Banyak kisah tentang "kupu-kupu", gejolak kupu-kupu dalam perut yang 'katanya' pertanda perasaan yang sedang "jatuh"..

Pertama kamu baru saja membatu dan membiru, lalu kamu bertemu dengan orang yang kamu rasa 'dia', dan datanglah berjuta kupu yang mengocok perutmu. Tapi dia yang kamu kira 'dia' sungguh jauh berbeda dengan dirimu dan membuat batas yang amat jauh denganmu.. Membuat hatimu kelu dan membisu.. Dan kupu-kupu itu pun pergi dari perutmu..

Kedua kamu bertemu dengan dia yang kamu anggap 'dia' dan terus memberi makan kupu dalam perutmu. Tapi kupu dalam perutnya pergi, juga membawa hatinya. Kamu menutup matamu dan memenjarakan kupu-mu dalam perutmu. Hingga mereka berontak dan lari darimu. Dan kupu-kupu itu pun pergi darimu..

Ketiga kamu bertemu dia, kupu-mu dan kupu-nya saling membuat harmoni. Beranak pinak dalam perut kalian. Kemudian mencari perut baru untuk didiami, perut anak-anak kalian. Dan kupu-kupu itupun pergi..

Namun yang ku mau cinta yang  tak perlu di lukiskan dengan sentuhan fisik meski mungkin aku tak seberani yang lainnya dalam memperjuangkan cinta ditengah perbedaan dan penolakan orangtua
Namun hanya terus berjuang dalam doa dan ketulusan hati
yang memahami arti cinta tanpa harus mengatakan "cinta kamu"

Yang ku mau adalah cinta dari lembutnya tatapan mata  dan suara yang selalu di berikannya untuk ku
Tak perlu di umbar dan di teriakkan karena yang mendekatkan hati ku dan hatinya adalah Kasih Tuhan.

Yang tegas dalam kejujuran dan keterbukaan dan yang terus menerus menjaga kesucian hingga di depan altar  ATAS KEHENDAK TUHAN...

No comments: