Sepasang
mata bertemu,
seakan saling menyapa,
seakan saling bicara.
Walau tak ada gerak lidah !
Tak ada kata-kata !
Mereka berbicara dengan bahasa jiwa.
Karena bahasa jiwa jauh
lebih jujur, tulus dan apa adanya.
meski ada yang pernah mengatakan yang tak terucap jauh lebih berharga dari pada yang hanya ada di ujung
lidah..
Cinta kah itu? atau hanya emosi sesaat hanya untuk mengisi waktu luang atau sekedar memberi warna diantara arsip, deringan telepon, instruksi boss, dan rutinitas.
-THE END-
( kehilangan ide tiba-tiba dalam pembuatan cerpennya..."objek penderita" utamanya tiba2 membuyarkan imaji penulis ^_^ )
No comments:
Post a Comment