16 November 2014

Kopdar (pertemuan pertama)

Hi..

Masih ingat tulisan ku yang judulnya "Teman Baruku" yang pernah kutulis di awal mei
tahun 2013 lalu?  Kisah perkenalan dan pertemanan ku yang selama dua tahun lewat 
dunia maya itu akhirnya diakhiri dengan pertemuan darat atau lebih sering di kenal dengan kopdar..

26 September 2014 akhrinya kami bertemu juga.. awalnya bertemu lewat we chat 26 April 2012
dan intens teleponan dan sms-an atau sekedar mengirim pesan suara lewat we chat. Dari hanya sebuah keisengan memanfaatkan fasilitas andro* ku saat itu menjadi sebuah pertemanan yang di dasarkan dengan rasa nyaman , nyambung, dan nyaman untuk menjadi diri kami sendiri berdua.

Sejak awal ia telah mempercayai ku dengan sangat terbuka memberitahukan status sosialnya yang bukan lagi seorang bujang tulen. Tanpa takut kehilangan pertemanan itu dengan jujurnya ia katakan ia pernah menikah, punya seorang putri cantik yang tinggal bersama mantan istrinya yang telah menikahi sahabatnya sendiri. 

namun tak pernah ia katakan istrinya selingkuh..ia hanya selalu katakan bahwa itu adalah kesalahan nya sendiri. Bahkan ketika ia jujur sekalipun aku tak percaya dengan kata2 nya yang bagiku hanya ingin mendapatkan simpati dari lawan jenis. Butuh 6 bulan untuk ku mempercayai bahwa yaa dia benar2 dengan perkataan2 nya kepadaku  itu. Maka dari sekitar puluhan teman we chat ku hanya dia lah yang mulai mendapatkan perhatian ku saat itu. Dan hanya dia yang akhirnya kuberikan nomor telepon ku tanpa kebohongan tak seperti puluhan pria maya we chat yang dalam kurun seminggu ingin langsung bertemu dengan ku secara langsung.

"Uncle" begitulah kupanggil dia di awal pertemanan kami (meski sekarang aku memanggilnya dengan sebutan kakak, sebab kami terpaut beda usia 3 tahun) ..pada dia aku katakan kalau usia ku 40 tahun dan tentu saja ia tak mempercayai ku, sebab profil picture we chat ku yang terlihat 10 tahun lebih muda.
Aku saat itu hanya bermaksud iseng dan sekedar "mengisi waktu luang" bahasa halusnya adalah
Move On dari sang mantan 4 tahun ku dan menganggap nya "toh bakal berlalu seperti angin saja"
ternyata dari perkenalan kami di dunia maya hingga bertukar nomor telpon dan ia yang hampir  setiap hari menelpon ku atau sekedar mengingatkan untuk sarapan, lunch , dan dinner lewat SMS hingga dua tahun pertemanan kami tanpa sekali pun ku mau menyanggupi keinginan dia untuk mau bertemu langsung.

dan janji makan siang bersama sekalian kopdar itu pun terjadi pertama ..
dan tak ada yang beda baik saat di dunia maya maupun di dunia yang nyata..ia benar2 sama.
humorisnya, blak-blak an dia, perhatian dia yang sama seperti dua tahun di dunia maya itu semua nya sama hanya perbedaan dari cepat nya dia menikmati hidangan santap siang nya di hadapan dia dan akhirnya menatap qu dan "menikmati" cara ku menyantap makanan yang membuat ku tak bisa membedakan merahnya wajahku karena pedisnya menu makan siang ku atau kah aku yang gugup karena diliatin terus.
terlebih saat aku selesai menyelesaikan santap siang ku (yang sepertinya butuh waktu lama tuk menyelesaikannya) tak bisa bernapas aku saat tiba-tiba dia beranjak dari tempat duduk nya dan mengeluarkan sebuah kalung dan memakaikannya di leher ku. Sebuah Kalung dari Israel sebuah kalung yang selama dua tahun pertemanan kami saat masih di dunia maya yang ia janjikan mau memberikannya padaku dan ia masih terus menyimpannya hingga hari dimana kami bertemu.

Pertemuan Pertama yang sepertinya sedikit mulai "menganggu" tidur ku.. Entahlah aku tetap tidak mau menyimpulkan apa-apa dari pertemuan pertama itu. Hanya saja saat ini aku hanya ingin menikmatinya saja..perasaan baru ini..


 


No comments: