ketika mereka berjuang mati-matian untuk sesuatu dan seseorang yg tak abadi dan dunia menghargai itu.
mengapa aku harus mengikuti cara yg sama dengan apa yg mereka lakukan?
Pantaslah sesuatu dan seseorang yg abadi dan yg empunya keabadian itu dan yg akan memberikan keabadian itu bagiku untuk kuperjuangkan mati-matian.
yang dikatakan "terkutuk oleh dunia" itu adalah harga mati buat ku dan begitu pula kebenarannya. Dunia ini tidak mengerti apalagi menghargai malah sebaliknya berusaha untuk menjatuhkan nilai kebenaran itu dan orang2 yg mempertahankannya dengan berbagai macam cara.
Lalu..apakah aku harus mundur? Menyerah dan mencari aman saja? Tidak!! tetap melangkah walau harus tertatih tetap tersenyum walau perih..
Sebab kebenaran bukan undang-undang yg tertulis , ia adalah nafas hidup.
Menjadi miskin dari penghargaan? Yaa aku ada di dalam nya, bahkan sejak 6 tahun yg lalu.
Teman2 gadis ku yg lajang berjuang untuk sebuah harga diri yg lama ditenggelamkan oleh sesuatu kebahagiaan sementara bernama : Gaya hidup, Prestise, Gengsi, atau sekedar ingin membuktikan pada dunia bahwa lama menjomblo adalah "worthed" jika akhirnya pasanganmu adalah seorang yg tampan, kaya raya, cerdas, sering memanjakanmu dengan barang brand mewah asal luar negeri, meski harus meninggalkan iman, melukai hati orangtua dan orang lain demi sebuah yang bernama Pengakuan Dari Dunia.
Beberapa dari mereka menilai ku sinis, cemburu, sakit hati, dan berujar "mengapa kamu tidak melakukan yg sama seperti kami" kata mereka.
Pernah, Sudah, Sering.. 6 tahun yg lalu aku "membunuh" Tuhanku dengan cara mencintai ketidakbenaran, dan aku juga "membunuh" orang tua ku dengan membuat mreka tak pernah tidur nyenyak karna memikirkan pilihan ku yg kala itu adalah harga mati buatku.
Takut menjadi perawan tua atau jomblo seumur hidup, takut tidak akan pernah bisa lagi dicintai oleh seorang pria yg bukan hanya nyaris sempurna di mata ku yg slalu membanjiri ku dengan gifts dari luar negeri tiap kali dia pulang dari dinas luar negeri..kebanggaan ku..kebanggaan bangsa ini. Sangat takut kehilangan dia saat memikirkan bahwa perempuan lain yg akan bersamanya dan bukan aku hanya karna aku mempunyai perbedaan itu..
"aku tak mau meninggalkan dia karena perbedaan konyol itu?!" Itu pikirku 6 tahun lalu.
Penuh dengan pembelaan diri dari kebenaran diri sendiri. ..
"persetan dengan wajah sedih orangtua ku..ini hidupku!!" , itu aku 6 tahun yg lalu.
Namun kebenaran hakiki tetaplah kebenaran. .terangnya melebihi cahaya matahari menembus kegelapan keegoisanku. Dia "yang terkutuk oleh dunia" itu membuatku akhirnya kembali kepadaNya..Dia tidak egois saat harus menyerahkan dirinya menjadi yg terkutuk oleh dunia karena mencintai ku, sebab yang Ia katakan bahwa apa yg hilang akan digantikan.
Dan hari ini aku bisa bangga katakan yang disalib itu adalah harga mati buat ku..dan dunia tidak akan bisa membuatku berpaling daripadaNya.
(ditulis untuk mereka yg kucintai. .adek adek pemudi ku agar berani membayar harga, berani kehilangan cinta semu untuk sebuah kebenaran yg berharga mati)♡♡♡
No comments:
Post a Comment