28 December 2014

Dua Sisi (sebuah puisi)



Mengapa awan itu bulat lengkung,
Mengapa bintang itu tajam,

Mengapa awan buram sedang bintang gemerlap,
Mengapa sesuatu yang lembut dan tulus sulit ’ntuk kupeluk..

Andaikan kudapat tenggelam dalam rinai tarian hujan saat ini juga,
namun sekedar pemuas dahaga semu
Awan pun bulat tersapu angin, hingga tanganku sulit menggenggamnya,hempaskan mimpi dalam dinginnya hati yg t’lah tertutup kabut, dan membutakn mata ini..


Ketika gelap menabur mimpi-mimpi dan biduan malam mengiringi detak detik, 
hanya aku terjaga dalam lembah setengah mimpi
sebab senyum mu masih terus mengoyak fajarku dan kegalauan menantang hariku.

Jika saja saat ini ku dapat berlari dan mendapatimu, kan kubiarkan bendungan yang mulai terbangun terpecah dan meluap lagi..

Namun..
ku t'lah letih berabu cinta menanti harap yg tak pasti
tegarku melebihi sesakku dan kelam itu melampaui misteri..




No comments: