Seorang ibu yang terkenal di tempat kerja ku karena vokalnya
seperti tokoh kartun anak woody woodpacker datang ke ruang kerja ku dan
diantara teman-teman ku (yang meski
mereka semuanya kaum adam namun pada doyan infotainment ) tanpa angin tanpa
hujan tiba-tiba melontarkan perkataan yang bagiku itu sudah seperti guyonan
basi murahan di telinga ku
“fan, kamu itu kalau ada yang memberikan makanan atau minuman
jangan menunda-nunda untuk mengambilnya itu makanya jodoh mu jauh tidak
laku-laku dan lama ko kawin .. saya dulu itu begitu untung saja saya bisa kawin
ji sejak saya percaya tidak boleh menolak atau berlambat-lambat kalau ada orang
lain berikan makanan atau minuman”
Spontan saja ruangan yang semula diam jadi riuh dengan tawa
para 7 kurcaci (tujuh kawan pria seruangan dan aku hanya seorang perempuan
diantara mereka ) dan aku yang memang sudah terbiasa mendengar guyonan
seperti itu dan biasanya hanya melemparkan senyum manis tiap kali mereka nyampah tapi entah mengapa kali ini
tidak “sekalem” yang biasa ku lakukan.
“Eeh bu..memang jodoh itu ditentukan dari makanan? Memang pernikahan
itu seperti lomba makan krupuk tiap agustusan kah? Saya tidak percaya dengan
apa yang ibu katakan. Lagi pula saya diajarkan oleh orangtua saya di rumah
jangan rakus dengan apa milik orang apalagi makanan dan minuman saya puas
sekali di rumah saya sendiri."
Dan ruangan yang semula riuh jadi tenang kembali bahkan
sangat tenang karena semua orang pada keluar dari ruangan. Hanya aku saja
sendirian di ruangan.
Seandainya Jodoh itu bisa di dapatkan di emperan jalan, atau
di toko-toko klontong dengan harga yang terjangkau sudah tentu aku orang
pertama yang akan membelinya kalau perlu jumlahnya lebih dari satu.
Kalau pernikahan
hanyalah asal-asalan dan bisa sekali menikah kalau gak cocok ganti lagi kek
ganti baju dan gak pakai konsekuensi dosa hayuuk aku paling pertama yang
menikah lebih dari mereka yang begitu bangganya cepat laku.
Pikirku "Halaaah..nikah cepat-cepat juga tau-taunya selingkuh,
tau-taunya cerai, tau-taunya KDRT..apa itu yang dibanggakan dari mereka yang
cepat-cepat laku kek ibu woody woodpacker katakan tadi ??!!"
Pengen banget berteriak di depan muka mereka semua dan lebih
membela diri ku.
Namun..untuk apa membuang mutiara ke dalam kubangan kotoran dalam
artian buat apa memberi pengertian kepada mereka kalau aku menunggu waktu dan kehendak
Tuhan toh mereka tidak ada yang mengerti.
Predikat mereka kepada ku biarlah
seperti itu “Perempuan pilih-pilih laah, atau terlalu pentingkan bibit-bebet-bobot
entar malah jadi perawan tua laah, de-el-el..”
pokoknya aku gak mau peduli dengan anggapan
mereka. aku sekarang Belajar untuk Tuli Buta dan Bisu untuk menghadapi hal-hal nyampah tak berguna
di tempat kerja ...
Mending fokus dengan apa yang ada di depan ku sekarang...
PEKERJAAN ! hingga biar Tuhan sendiri yang ‘kan memutuskan masa depan ku akan
kuhabiskan dengan siapa dan kapan. (end)
No comments:
Post a Comment