19 January 2015

BELAJAR MEMBUANG "SAMPAH"


Seorang ibu yang terkenal di tempat kerja ku karena vokalnya seperti tokoh kartun anak woody woodpacker datang ke ruang kerja ku dan diantara teman-teman ku  (yang meski mereka semuanya kaum adam namun pada doyan infotainment ) tanpa angin tanpa hujan tiba-tiba melontarkan perkataan yang bagiku itu sudah seperti guyonan basi murahan di telinga ku

“fan, kamu itu kalau ada yang memberikan makanan atau minuman jangan menunda-nunda untuk mengambilnya itu makanya jodoh mu jauh tidak laku-laku dan lama ko kawin .. saya dulu itu begitu untung saja saya bisa kawin ji sejak saya percaya tidak boleh menolak atau berlambat-lambat kalau ada orang lain berikan makanan atau minuman”

Spontan saja ruangan yang semula diam jadi riuh dengan tawa para 7 kurcaci (tujuh kawan pria seruangan dan aku hanya seorang perempuan diantara mereka ) dan aku yang memang sudah terbiasa mendengar guyonan seperti itu dan biasanya hanya melemparkan senyum manis tiap kali mereka nyampah tapi entah mengapa kali ini tidak “sekalem” yang biasa ku lakukan.

Eeh bu..memang jodoh itu ditentukan dari makanan? Memang pernikahan itu seperti lomba makan krupuk tiap agustusan kah? Saya tidak percaya dengan apa yang ibu katakan. Lagi pula saya diajarkan oleh orangtua saya di rumah jangan rakus dengan apa milik orang apalagi makanan dan minuman saya puas sekali di rumah saya sendiri."

Dan ruangan yang semula riuh jadi tenang kembali bahkan sangat tenang karena semua orang pada keluar dari ruangan. Hanya aku saja sendirian di ruangan.

Seandainya Jodoh itu bisa di dapatkan di emperan jalan, atau di toko-toko klontong dengan harga yang terjangkau sudah tentu aku orang pertama yang akan membelinya kalau perlu jumlahnya lebih dari satu. 

Kalau pernikahan hanyalah asal-asalan dan bisa sekali menikah kalau gak cocok ganti lagi kek ganti baju dan gak pakai konsekuensi dosa hayuuk aku paling pertama yang menikah lebih dari mereka yang begitu bangganya cepat laku.

Pikirku "Halaaah..nikah cepat-cepat juga tau-taunya selingkuh, tau-taunya cerai, tau-taunya KDRT..apa itu yang dibanggakan dari mereka yang cepat-cepat laku kek ibu woody woodpacker katakan tadi ??!!"

Pengen banget berteriak di depan muka mereka semua dan lebih membela diri ku.

Namun..untuk apa membuang mutiara ke dalam kubangan kotoran dalam artian buat apa memberi pengertian kepada mereka kalau aku menunggu waktu dan kehendak Tuhan toh mereka tidak ada yang mengerti. 

Predikat mereka kepada ku biarlah seperti itu “Perempuan pilih-pilih laah, atau terlalu pentingkan bibit-bebet-bobot entar malah jadi perawan tua laah, de-el-el..” 

pokoknya aku gak mau peduli dengan anggapan mereka. aku sekarang Belajar untuk Tuli Buta dan Bisu untuk menghadapi hal-hal nyampah tak berguna di tempat kerja ...

Mending fokus dengan apa yang ada di depan ku sekarang... PEKERJAAN ! hingga biar Tuhan sendiri yang ‘kan memutuskan masa depan ku akan kuhabiskan dengan siapa dan kapan. (end)

No comments: