30 September 2015

Good Bye Sembilan


Tak terasa sudah memasuki penghujung bulan lagi...

Bulan Sembilan telah tiba di garis finish dan pintu bulan yang baru akan kembali di buka..

Tidak banyak kata yang bisa ku ucapkan di bulan sembilan ini...

Sebab sepertinya kesedihan masih enggan beranjak dari kehidupanku..

Namun, dengan menarik napas panjang dan menghembuskannya secara perlahan sambil mengucapkan kalimat yang entah sejak kapan begitu powerful nya bagi ku aku merasa kembali siap untuk berjalan dalam badai hidup yang sepertinya masih senang berkawan dengan ku.

"terima kasih Tuhan" begitulah kalimat mantra yang terucap saat aku melihat laporan keuangan bisnis ku yang dibulan ini sangat merugi jauh dibandingkan bulan yang lalu karena ke tidak pekaan ku memantau harga pasar dan supplier dan juga persaingan dengan teman gereja yang akhirnya mengambil jenis dagang yang sama dengan ku setelah sebelumnya dia meminta ijin dari ku untuk menjadi rival bisnisnya

"terima kasih Tuhan " kalimat itu terhembuskan bersamaan dengan napas yang selama 10 detik ku tahan saat aku mendengar ucapan ibu kandungku yang dengan mentah-mentah menolak pria pilihan hatiku sekarang sampai bernego dengan Tuhan dalam puasa dan doanya

"terima kasih Tuhan" saat perasaan ragu itu muncul diantara mendengarkan kata hatiku atau mendengarkan suara-suara di sekitarku..dan ketakutan untuk menghadapi masa depan yang mungkin tidak akan sesuai dengan yang ku impikan...

Namun dari semua yang sudah terjadi di bulan Sembilan ini...aku mau tetap percaya kalau aku tak pernah berjalan sendirian..

sampai bertemu lagi sembilan di tahun yang baru.

No comments: