19 April 2016
A.P.R.I.L
sudah dua minggu ini aku memberanikan diri untuk ikut pelatihan bagi persiapan worship leader dan singers dalam klinik gerejawi prophetic ..dengan satu kerinduan ingin mengenal pengajaran yang mendalam tentang apa itu pujian dan penyembahan ..
seorang hambaNya yang memang dipakai dalam karunia bermazmur dan pengajaran pujian penyembahan bapak Pdt.Suryanto Thomas,STh (Pengajar di Sekolah Alkitab Musik Proskuneo Cimahi, Bandung ) memadatkan materi dan pelatihan yang hanya berlangsung selama tiga minggu saja (setiap hari rabu malam jam 7-9 malam di gereja GPPS Immanuel Sungai Poso)
Beliau tidak langsung mengajarkan inti dari pengajaran yang memang sudah lama saya nantikan yaitu langsung praktek di depan mimbar tetapi sebuah pengajaran yang terlihat seperti membosankan, membuang banyak waktu yang beliau ajarkan kepada kami. Tugas kami adalah membuat Renungan dengan kata-kata kami sendiri setiap hari sebanyak 3 pasal dalam Kitab Mazmur Daud mulai pasal 1-150 selama kurun waktu seminar/klinik pengajaran itu berlangsung.
Jumlah awal sekitar 40 orang yang mengikuti, tetapi pertemuan berikutnya sudah menjadi 25 orang karena banyak yang tak sanggup menyelesaikan tugas yang diberikan dalam membuat renungan setiap harinya itu.
"kalau anda hanya mengandalkan gaya anda di depan mimbar betapa anda adalah orang yang sangat malang...pujian dan penyembahan seorang pelayan Tuhan entah itu sebagai worship leader,singers, LCD, penari, banner, pemusik, harus dilakukan SETIAP HARINYA...Bukan sebagai tuntutan pekerjaan mingguan yang hanya pakai topeng berdiri di depan mimbar biar dilihat oleh manusia"
beliau memang cukup keras dalam menyampaikan pengajaran.bahkan lebih lanjut beliau katakan posisi seorang worship leader, singers, pemusik, penari, banner, LCD, semua mereka yang terlibat pelayanan di dalam rumah Tuhan itu seperti seorang imam di dalam Tabernakel (Kemah Suci yang ada dalam kitab Keluaran) yang dekat dengan Ruang Maha Kudus. Didalam Ruang Maha Kudus itu artinya imam itu haruslah kudus dan tidak bercela hidupnya..sebab di jaman dulu seorang imam yang tidak kudus, yang najis langsung Mati Jasmani di hanguskan oleh Api Tuhan langsung di tempat.
Jaman Saat ini Seorang Pemimpin Pujian, Singers, Pemusik, Penari, Banner, LCD, mereka yang dikatakan melayani dalam rumah Tuhan sebagai imam posisi mereka tapi ada juga yang masih suka merokok, masih simpan dendam dalam hati, masih suka gosip, dan hal-hal yang najis namun tidak Mati Jasmani sebab kita hidup di Jaman Kasih Karunia Tuhan oleh Pengorbanan Darah Yesus, tetapi yang ada adalah Mati Rohani alias Pelayanan kita "Dingin" dihadapan Tuhan...Kosong tanpa arti apapun.
Dan baru kali ini aku mengerti bahwa menjadi seorang pelayan Tuhan itu bukan sekedar di sematkan atau di tandai dengan tanda pastorikal atau gerejawi lahiriah yang tertulis tetapi mempunyai tahapan sesuai dengan yang ada pada gambar berikut ini.
menurut bapak pendeta Suryanto Thomas, seorang yang melayani dalam rumah Tuhan (entah dia sebagai worship leader, singers, pemusik, penari, banner, LCD, usher, kolektan semuanya sama statusnya adalah IMAM yang posisinya itu adalah di RUANG MAHA KUDUS. Namun untuk sampai ke Ruang Maha Kudus harus melewati beberapa "prosesi ruang" dalam Tabernakel (Kemah Suci) itu sendiri :
1. Korban Bakaran ; Orang itu harus terlebih dahulu mematikan keinginan-keinginan dagingnya, hidup lama dia harus dia tinggalkan (semua kenajisan fisik jasmani yang terlihat maupun yang ada dalam hati dan pikiran atau yang tidak terlihat), dan menerima Yesus secara pribadi sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara sadar bukan karena paksaan atau tuntutan agama yang turun temurun dari keluarga.
2. Kolam/Bejana Pembasuhan ; Setelah orang itu menerima Yesus secara pribadi, maka ia menerima penyucian dalam hal ini adalah Baptisan Air. Bukan dalam arti rohani saja tetapi juga fisik jasmani dengan cara di selam/di tenggelamkan (jadi tidak ada baptisan anak-anak atau percik yang ada adalah anak-anak itu diserahkan sama seperti Tuhan Yesus yang diserahkan untuk di doakan oleh imam Melkisedek saat Beliau berumur 7 hari dan menerima Baptisan Air saat Beliau berumur 30 tahun umur yang dewasa dalam menerima pertobatan)
3. Meja Roti Sajian ; Setelah Baptisan Air orang itu akan selalu mempunyai keinginan untuk mau diisi oleh kebenaran Firman Tuhan , yaitu membaca, merenungkan , dan melakukan Firman Tuhan.
4. Kaki Dian Emas/ Kandil Emas ; Bersamaan dengan itu saat orang tersebut mempunyai kerinduan untuk terus menerus menghidupkan Firman Tuhan dalam hidupnya maka Urapan Roh Kudus mengalir dalam hidupnya dan ia memiliki pengalaman yang baru dialam roh bersama Tuhan dengan memiliki bahasa-bahasa baru dalam mulutnya (bahasa roh/karunia lidah)
5. Mezbah Dupa Emas ; Pribadi orang yang sudah mengalami transformasi roh itu akan selalu menaikkan mazmur dan pujian kepada Tuhan apapun keadaan dan situasi yang sedang dialaminya
6. Ruang Kudus dan Maha Kudus ; Setelah semua "prosesi ruang" itu telah di lalui orang tersebut maka orang tersebut telah layak menjadi imam di dalam Ruang Maha Kudus artinya siap untuk menjadi seorang pelayan di dalam rumah Tuhan.
Di bulan April ini aku diajarkan Tuhan bukan hanya lewat pengajaran yang tertulis seperti klinik gerejawi ini tetapi juga diajarkan Tuhan untuk masuk dalam ujiannya secara bersamaan.
ujian yang IA ijinkan buat ku lakukan bukan ujian praktek di depan mimbar tetapi ujian praktek dalam kehidupan ku sehari-hari ...
dan ujian ini mengajarkan ku tentang bagaimana Menyembah dalam arti yang sebenarnya seperti Daud di kitab Mazmur, Berkorban dalam arti yang sebenarnya, Mengasihi dalam arti yang sebenarnya. Dan saat menyelesaikan tugas renungan yang diberikan kepadaku aku dapat memahami arti yang sebenarnya dalam Mazmur 51: 17 dan Mazmur 34 : 18, tentang bagaimana mengorbankan perasaan hati ini untuk Tuhan..
dan melengkapi ucapan syukur kepada Tuhan lewat yang namanya Korban Bakaran itu, pria yang aku kasihi menenangkan jiwa ku meski ku tahu dia pun sakit sama seperti ku lewat pesan WA yang ia kirimkan setelah kami berdiskusi
" We Trust In God and Let God Arrange Our Life Like HE Want To Not Like We Want..."
ini yang selalu ku doakan menjadi dasar hubungan Kasih kami, bukan kepada hal-hal yang akan menyakiti hati Tuhan..tetapi mengikutsertakan DIA dalam hubungan kasih kami ini.
A.P.R.I.L (Aku&Apd*** Percaya Rancangan Indah Luarbiasa-di dalam Tuhan. Amiin)
p.s : keterangan gambar penulis meng-copy paste dari www.google.com untuk search dan www.sarapanpagi.org
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment