11 May 2015

Bulan Penuaian Jiwa (Welcome May)




Seperti hadiah, 
ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek.
Yang bungkusnya bagus, punya wajah rupawan atau kepribadian yang menarik.
Yang bungkusnya jelek, punya wajah biasa atau kepribadian biasa saja….atau malah menjengkelkan.

Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan yang isinya jelek.

Yang isinya bagus,punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika kita berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam, saling bercerita dan menghibur, menangis bersama dan tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.

Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka.
Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai. 
Justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, egois, dan lainnya. Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka.

Kita tidak tahu bahwa itu semua bukanlah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.

Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya untuk berlari bersama kita ? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama ? Luka dilututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa « lutut » mereka luka atau mereka « takut air », mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan. Itulah cara mereka mempertahankan diri.

Mereka akan bilang :
« Menari itu tidak menarik »
« Tidak ada yang cocok denganku »
« Teman-temanku sudah lulus semua »
« Aku ini buruk, siapa yang bakal tahan denganku ? »
« Kisah hidupku membosankan ! »

Mereka tidak akan bilang :
« Aku tidak bisa menari. »
« Aku membutuhkan kamu ! »
« Aku kesepian. »
« Aku butuh diterima ! »
« Aku ingin didengarkan. »
Mereka semua hadiah buat kita. Entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan.
             

Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah dipersiapkan Tuhan buat kita.




No comments: