14 July 2015
Ketika kesabaran menjadi terbatas
Hari ini aku belajar lagi dari sebuah pengalaman dari keadaan di sekitar ku..
bahwa tak semua orang yang terlihat diam dan selalu tersenyum adalah orang yang sabar..
seperti sebuah kutipan "kalian tahu macan tetap ditakuti meski sedang diam namun anjing akan dilempar jika terlalu banyak menggonggong"
julukan yang disematkan kepadanya sebagai "Mr.Smile in ApD" ternyata hari ini itu buyar sama sekali.
setiap manusia memang punya batas kesabaran dalam diam.. sedekat apapun dia kepada Tuhan dari rupa nya namun ketika masuk dalam dapur uji yang panas apinya menjadi berkali lipat disitulah kemurnian hati seseorang yang sabar akan terlihat.
dapur uji itu berupa keadaan yang tak menyenangkan dan panas api itu berupa sikap yang diberikan lingkungan di sekitar kita apakah itu perendahan dalam ejekan, harga diri yang dijatuhkan, dan semua sikap yang tidak menyenangkan yang kita terima dari lingkungan dengan karakter dari berbagai macam orang.
Maka benarlah yang dikatakan Yesaya 48 : 10 ketika Tuhan memurnikan kesabaran itu ada kesengsaraan di dalamnya ... sengsara ketika memilih untuk diam dan bersabar daripada membalas sikap dan perlakuan yang tidak adil / tidak benar yang dilakukan oleh orang lain untuk kita.
aku pun saat ini sedang terus berada dalam masa penantian ...menunggu dengan sabar bukanlah hal yang menyenangkan bahkan ketika menikmatinya dengan secangkir kopi susu dan selusin donut ...aku tahu ketika aku menjadi orang yang (kelihatannya) sabar itu bukan karena aku tetapi karena IA yang tetap bersabar dalam melakukan pekerjaan Nya di dalam ku.
sebuah kerinduan yang sederhana dari ku hanyalah ketika kesabaran itu membuahkan hasilnya meski jika suatu saat nanti tak ada satupun yang dari keinginan ku terwujudkan. Aku hanya ingin bisa menyelesaikan "ujian" ku dengan baik dan memperoleh rumah ku sendiri sehingga ketika aku pulang nanti aku sudah mempunyai sebuah rumah. Dan mungkin saja ketika berada disana aku bisa bebas melakukan apa yang selama ini aku rindukan tanpa ada lagi larangan, hambatan, dan rintangan.
bebas tanpa lagi ada perasaan di dakwa karena tak mematuhi peraturan yang dibuat oleh manusia2 yang menjadikan ku ada di dunia ini.
aarrrghhh semoga saja kesabaran itu tak pernah menjadi terbatas...semoga.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment