15 July 2015

(i wanna) HOME -- my Poem



Jika cinta sejati seringkali harus diuji dari sebuah kesendirian

Maka aku telah menjadikan kesendirian itu menjadi sahabat dan pasangan ku

Meski sudah bertahun-tahun namun aku masih juga tidak bisa bersahabat dengannya. Mungkin aku harus belajar mencintai kesendiran itu

Biar tak ada lagi luka yang akan aku torehkan di hati mereka dengan abadi karena perkataanku, karena sikap ku.

Jika cinta sejati kerapkali harus melalui beribu rintangan
Maka aku telah berabu dan berdarah meniti jalan itu dengan tajamnya batu cadas di setiap jejak langkah ku

Entah sampai kapan tetap bertahan diantara harap dan nyata
Tetap bertahan diantara pilar doa-doa ku yang bertalu-talu

Entah sampai kapan tetap bertahan dalam ketaatan dan tak memberontak meski batin ini tersiksa dan menjerit karena takut akan dosa melawan keinginan orangtua

Entah sampai kapan berada di dalam bayang wajah seseorang yang tak pernah pergi. Pada sebuah nama yang selalu mendiami di taman hati ini.

Pada hembusan nafasnya saat berdoa buat ku di telpon saat aku sakit, hingga menanti ku hingga terlelap

Pada aroma tubuhnya ketika duduk berdampingan dengannya
Pada tawa dan senyum khasnya

Meski ku tahu kamu adalah sebuah kemustahilan yang ingin ku segerakan,

Tetap saja ku biarkan engkau mendiami seluruh taman asa hati ku
dan membuat sebuah gembok tanpa kunci hingga tak ada tempat bagi yang lainnya.

Rindu ini.. menjadi ketakutan ku yang besar akan dirimu

membuat mu menjadi seseorang yang special di mata ku bukan karena kesenangan yang kita rasa ketika kita bersama ...Tapi kesedihan yang ku rasakan ketika jauh dari mu...

Ada saat dimana aku benar-benar lelah, capek , dan segera ingin pulang...

Ingin pulang kepelukan Bapaku...dan menjadi seperti seorang anak kecil yang terlahir kembali tanpa beban. I wanna Home ..

(From “See you soon” to ” See you again”  but Never say Good bye—Sheqhinah Franee) 


No comments: