aku merasa kaki ku tak menyentuh tanah dan tubuhku terasa sangat ringan lebih tepatnya lemah..
perasaan oleng dan tak nyaman ini berawal di hari minggu pagi 22 Nopember ketika aku membuka mata aku rasa di sekitarku menjadi terputar dan pening luar biasa.. padahal aku harus memulai aktivitas ibadah dan mengajar anak-anak sekolah minggu di pagi itu.
aku kemudian meminta mama oni (mama angkat ku yg sudah seperti mama kandung ku) untuk mengukur tekanan darahku dan saat itu tekanan darahku 95/57...kupikir itu masih terbilang normal sebab memang tekanan darah ku paling tinggi itu adalah 100 selama ini . Namun untuk pertama kalinya tekanan darah ini membuatku terkapar hingga satu harian itu aku tak pergi gereja, tak buat apa-apa selain tiduran tapi tak bisa tidur karena semuanya seakan terputar.
Memang sebelumnya tepat pada tanggal 18 Nopember aku mengalami pergumulan yang hebat dalam jiwaku berkenaan dengan hubunganku dengan seorang pria yang resmi menjadi kekasihku di tahun ini (meski kami memang sudah saling mengenal dan menjadi teman baik selama hampir 4 tahun) . Sehari sebelumnya memang aku sudah tertekan dengan isi sms ibu kandungku dan juga peneguhan dari beberapa pendoa di gereja tentang hubungan ku dengan pria ini....mereka berpendapat sama kalau aku harus bersabar menunggu waktu Tuhan dan jika menunggu waktu Tuhan sudah dapat dipastikan itu tak memungkinkan sebab wanita di masa lalu pria ini harus meninggal terlebih dahulu.
dan malam tanggal 18 itu adalah puncak dari semuanya...
aku tidak bisa tidur sampai jam 5 pagi dan terus dengan airmata yang mengalir hingga esok paginya aku ke kantor dengan memakai kacamata.
ia mabuk berat .... ia yang slama ini tak pernah bersikap seperti itu mabuk keras sampai muntah-muntah dan tak pernah mengeluarkan perkataan yang menyakiti hati ....namun aku membiarkan saja apa yang saat itu menjadi luapan amarah nya karena ketidak adilan yang kami alami ... untuk pertama kali nya pada subuh hari itu aku meminta Tuhan memberikan dia kebahagiaan meski itu ditukar dengan hidupku sendiri..dan meski bukan dengan diriku....meski itu akan sangat membunuhku.
dan hanya berselang 4 hari aku kemudian sakit.
tekanan darah ku sampai drop menjadi 90/60 dan itu membuat semua aktivitasku berjalan sangaat lamban...sampai 4 hari aku belum bisa beraktifitas normal...
aku yang terbiasa mengerjakan semua pekerjaan kantor dengan sigap dan cepat ini terasa begitu melelahkan bahkan selama ini kalau dalam sehari aku bisa naik dan turun tangga kantor sampai 10x setiap harinya ini hanya 3x aku sudah sangat kelelahan...
hati yang gembira adalah obat yang manjur dan semangat yang patah keringkan tulang...itu memang benar...dan saat ini aku mengalaminya.
tidak adanya restu dari berbagai pihak baik itu dari surga maupun dari bumi tentang hubungan ku dengan seorang pria yang kucintai itu membuatku tertekan.... tapi mungkin aku harus belajar seperti apa yang sahabatku tuliskan dalam blog pribadinya saat dimana ia pun mengalami hal yang serupa dengan apa yang kualami...meski aku belum seberani dia untuk menghadapi kenyataan.
22 Nov 2013
“ Jika siap untuk sebuah pertemuan
maka siaplah pula untuk sebuah perpisahan.
Karena sesungguhnya semesta ini, raga fisik ini taklah abadi. Oleh karena itu aku tak takut bertemu siapapun dan siap pula jika harus berpisah…”
Karena sesungguhnya semesta ini, raga fisik ini taklah abadi. Oleh karena itu aku tak takut bertemu siapapun dan siap pula jika harus berpisah…”

No comments:
Post a Comment