Entah sudah yang keberapa kali nya aku lontarkan wacana (setidaknya untuk orang-orang terdekatku) kalau aku mau resign dari pekerjaan yang selama 8 tahun ini sudah "menafkahi" ku
mulai dari uneg-uneg tentang keadaan rutinitas pagi jam 8 hingga jam 5 sore setiap harinya , dan padatnya pekerjaan yang ku handle bukan di karenakan dengan kepadatan kerjaannya secara administratif saja tapi setelah itu harus di sibukkan dengan "mobilitas" nya yakni naik turun tangga nya setiap hari mulai dari lantai 1 ke lantai 2 ke lantai 3 bolak balik..
awalnya aku bisa berpikiran positif ini baik untuk kesehatan jantungku meski tiap malam harus bergulat dengan rasa sakit karena otot-otot kaki yang seringkali keseleo tanpa sebab dan berjam-jam perihnya. Namun selang satu tahun dua tahun hingga terhitung sudah lima tahun dengan keadaan yang sama itu terdengar berubah menjadi sebuah kebodohan yang berulang.! (kenapa baru sekarang otak ku terbuka? pikirku)
tiga tahun pertama kerja masih terasa cukup menyenangkan ... aku hanya menyelesaikan semua persuratan di tempat tanpa mobile...tetapi seperti sudah menjadi sebuah kebiasaan turun temurun dari instansi ini jika satu orang dipercaya untuk sesuatu hal maka itu sudah menjadi "spesialisasi" orang tersebut. Tanpa surat resmi sekalipun... yaah mungkin karena itulah kamu dibayar khan? terlebih jika ada gratifikasi sekedar traktiran makan siang atau beberapa hadiah kecil namun setelah itu kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan.. yaah seperti itu jika kita bekerja pada orang lain.
sudah sejak dua tahun lalu keinginan untuk resign itu ada....namun belum pernah sekuat tahun ini.
aku katakan itu pada sahabat2 terdekat, kekasih, dan terlebih pada orangtua dan keluarga yang masih berharap bahwa itu hanya sebuah uneg eneg dari ku.. yang meski terdengar eneg tapi itu belum menjadi langkah nyata dari ku....
dulu aku masih bisa maksimal dalam melakukan tugas ku menghandle administrasi 2 pimpinan sekaligus namun saat ini tepatnya di tahun 2014 semua mulai ada perubahan ...2 pimpinan baru (tanpa alasan tak mau mengambil tenaga administrasi tambahan ) menginginkan aku pun menghandle dengan dalih "mbak fany tetap yang terbaik dan tak ada yang bisa menggantikan" meski yang satu itu tak terlalu sering namun jika pada saat yang bersamaan ke-4 pimpinan itu mempunyai kepentingan yang sama maka akupun harus berubah menjadi amuba super yang bisa membagikan diriku menjadi 4 bagian yang dibutuhkan..
aku ingin berhenti dari uneg- uneg yang nantinya kan membuat mereka menjadi eneg dengan apa yang hanya menjadi niat ku dan tidak berani mengambil keputusan untuk mewujudkannya.
aku harus siap sedia ketika aku tak menerima gaji bulanan lagi, dan pastinya aku harus memikirkan jalan keluar agar asuransiku yang berakhir di tahun 2018 itu akan terus di bayar meski akhirnya aku tidak mempunyai pekerjaan lagi.
No comments:
Post a Comment